Pendukung Morsi Tetap Gelar Protes

Pendukung Presiden Mesir, Mohammed Morsi, yang terguling tetap melanjutkan aksi protes.

KAIRO, TRIBUN - Pendukung Presiden Mesir, Mohammed Morsi, yang terguling tetap melanjutkan aksi protes untuk menuntut pemulihan jabatannya.

Ribuan orang mengabaikan peringatan dari pemerintah sementara, agar pengunjuk rasa membubarkan diri dari dua perkemahan utama di luar Masjid Rabaa al-Adawiya dan di Lapangan Nahda.

Sejak militer menggulingkan Presiden Morsi pada tanggal Klik 3 Juli, ratusan orang Klik -sebagian besar pendukung Morsi- Klik tewas dalam aksi kekerasan. Hari Rabu (31/7) pemerintah, yang khawatir dengan berlanjutnya kekerasan, meminta pengunjuk rasa bubar atau akan dibubarkan oleh aparat keamanan.

Mereka menyebut unjuk rasa pendukung Morsi mencerminkan 'ancaman terhadap keamanan nasional Klik Mesir dan tindakan teror kepada warga yang tidak bisa diterima'. Namun hingga hari ini, Jumat 2 Agustus, ribuan orang tetap meneruskan aksinya.

Aliansi Prodemokrasi Antikudeta, yang merupakan kelompok para pendukung Morsi yang dipimpin Ikhawanul Muslimin, sudah bertekad akan meneruskan protes sampai Morsi ditetapkan kembali sebagai presiden.

"Semua kelompok revolusioner, termasuk aliansi, mengumumkan mereka tidak mengakui pemerintahan kudeta dan juga keputusanya maupun perundingannya," tulis pernyataan mereka.

Sementara itu kelompok pegiat hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch, mendesak agar aparat keamanan tidak membubarkan aksi unjuk rasa.

"Untuk menghindari pertumpahan darah, penguasa sipil Mesir harus menjamin hak para pengunjuk rasa untuk berkumpul secara damai dan mencari alternatif dari pembubaran massa dengan kekuatan," tegas HRW.

Klik Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri sudah meminta aksi unjuk Klik rasa diakhiri, dengan menawarkan jalan keluar yang aman dan janji untuk tidak diajukan ke pengadilan. (bbc)

Editor: swo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved