Konflik Suriah

SBY Berharap Presiden Suriah Mundur

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Bashar alAssad bersedia mundur sebagai Presiden Suriah.

Editor: swo

BOGOR, TRIBUN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Bashar alAssad bersedia mundur sebagai Presiden Suriah. Mundurnya Basrah dinilai dapat menghentikan pertumpuhan darah dan konflik di Suriah.

"Diharapkan akan ada satu proses transisi politik agar lahir pemimpin lain yang bisa diterima oleh masyarakat Suriah dan menyayangi rakyatnya," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha seusai pertemuan antara Presiden dengan para ulama di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/1).

Julian mengatakan, jika tidak ada transisi politik, Presiden Yudhoyono khawatir Suriah akan hancur. Padahal, Suriah salah satu pusat peradaban Islam di dunia. "Presiden sudah berbicara dengan Sekjen PBB, sudah berbicara juga dengan Perdana Menteri Turki, Presiden Iran, dan pemimpin Pakistan untuk mencari solusi yang terbaik menyelamatkan Suriah dari kondisi sekarang, menghentikan konflik di sana dan mengembalikan Suriah. Kita juga berkepentingan untuk menjaga peradaban Islam yang sangat maju dan tua di sana," kata Julian.

Data PBB, konflik Suriah dilaporkan telah menewaskan lebih dari 60.000 orang sejak kekerasan muncul pada Maret 2001.

Harapan untuk menemukan solusi damai di Suriah semakin tipis setelah pembicaraan utusan PBB dan Liga Arab, Lakhdar Bramini, dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergie Lavtrov, di Rusia akhir Desember 2012 berakhir tanpa tanda-tanda kemajuan berarti. (kompas.com)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved