Kamis, 18 Juni 2026

Majalah Perancis Diadukan Terkait Kartun Nabi

Majalah satir Perancis yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW diadukan oleh sebuah organisasi Suriah yang selama ini namanya tidak begitu

Tayang:
Editor: Darajat Arianto
PARIS, TRIBUN - Majalah satir Perancis yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW diadukan oleh sebuah organisasi Suriah yang selama ini namanya tidak begitu dikenal.

Dalam aduan kepada pihak berwenang di Paris disebutkan, majalah Charlie Hebdo "secara terbuka memancing diskriminasi, menyulut kebencian atau kekerasan terhadap etnik, ras, atau agama".

Pengaduan terhadap Charlie Hebdo pada Rabu (19/9/2012) waktu Paris diajukan oleh Asosiasi Kebebasan Suriah, yang didaftarkan di Perancis awal tahun ini, tetapi tampaknya tidak begitu dikenal di kalangan masyarakat Suriah yang tinggal di negara tersebut.

Lebih lanjut organisasi tersebut menuduh majalah Charlie Hebdo "menyiramkan minyak ke api dengan menyebarkan kartun menentang Nabi Muhammad SAW".

Perancis bersiap-siap menghadapi unjuk rasa seusai shalat Jumat, 21 September, menyusul penerbitan kartun Nabi. Kementerian luar negeri telah menyatakan penutupan kedutaan, konsulat, sekolah, dan pusat kebudayaan Perancis di sekitar 20 negara.

Sebagai salah satu upaya mengurangi ketegangan, pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan pemuka-pemuka masyarakat Muslim di Paris.

Peringatan

Salah seorang kartunis Charlie Hebdo, Renald Luzier, membela keputusan di balik penerbitan sekitar 20 kartun Nabi Muhammad SAW, pekan ini.

Kartun-kartun itu, katanya, dibuat tidak untuk menyulut reaksi berbau kekerasan. Menurutnya, majalah hanya menjalankan tugas secara rutin dengan meliput.

"Saya tidak berpandangan bahwa kami memutuskan menyulut api, kami hanya menjalankan tugas," katanya kepada BBC.

Sementara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperingatkan bahwa kartun Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan di Perancis akan memancing gelombang protes baru anti-Barat.

"Majalah Perancis itu seharusnya memperhatikan kekhawatiran masyarakat internasional terkait hasutan dan intoleransi keyakinan agama," kata Ketua OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, dalam pernyataannya Kamis (20/9/2012).

Di Mesir, kelompok berpengaruh Ikhwanul Muslimin menyerukan kepada Perancis untuk mengambil tindakan terkait kasus kartun ini sama dengan cara yang ditempuh dalam menangangi kasus foto telanjang dada istri Pangeran William, Catherine.

Yang dimaksud cara tersebut, kata partai Ikhwanul Muslimin Partai Keadilan dan Kebebasan, adalah tindakan yang tegas dan cepat terhadap majalah yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW.  (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved