Imam Masjid Dibayar 12 Dolar Sekali Salat
Namun di tengah gemerlapnya Orchard, ada satu masjid yang nyaman: Masjid Al Falah (Al Falah Mosque). Masjid ini seperti oasis di tengah padang
Penulis: Adityas Annas Azhari | Editor: Darajat Arianto
Dalam bertugas sebagai imam salat wajib, Ustaz Sahid dibayar 12 SGD untuk sekali salat pada saat weekday (Senin-Jumat). Sedangkan saat weekend (Sabtu-Minggu), ia menerima bayaran 15 SGD sekali salat. Jadi, jika ia bertugas jadi imam salat Magrib dan Isya saat malam minggu, ia bisa mengantungi 30 SGD (kurang lebih Rp 231.000).
Adapun bilal yang bertugas saat weekday dibayar 8 SGD sekali salat dan saat weekend 10 SGD sekali salat. Ustaz Fauzi, yang saat ditemui wartawan malam Minggu itu bertugas sebagai bilal Magrib dan Isya, akan menerima bayaran 20 SGD (sekitar Rp 154.000).
Menurut Sahid, pemerintah Singapura tidak terlalu mencampuri urusan agama di negeri ini. Ia mengaku menerima gaji dari manajemen masjid, sedangkan Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) memberikan bantuan operasional sebesar 12 persen dari dana yang dimiliki masjid tersebut. Di Singapura ini menurutnya ada 114 masjid dan pemeluk Islam makin bertambah.
"Banyak orang Tionghoa di Singapura sini yang mulai memeluk Islam. Mereka juga banyak belajar Islam di masjid ini," ujarnya.
Saat ini Singapura berpenduduk sekitar 5 juta jiwa dengan 75 persen warganya adalah keturunan Tionghoa. Agama Islam menjadi kedua yang terbesar setelah Buddha. (*)