Kamis, 7 Mei 2026

Kaulinan Barudak Diminati Pengunjung Festival Budaya

BANDUNG, TRIBUN - Kaulinan barudak atau permainan anak-anak yang disediakan panitia sejak pagi hingga sore ternyata banyak diminati.

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Giri
BANDUNG, TRIBUN - Kaulinan barudak atau permainan anak-anak yang disediakan panitia sejak pagi hingga sore ternyata banyak diminati pengunjung saat sore hari. Itulah suasana yang terlihat di area Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda yang digelar di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Rabu (30/5) menjelang magrib.

"Satu, dua, tiga...." teriak anak-anak dari warga sekitar berbaur dengan anak-anak pengunjung yang datang bersama orangtuanya, saat akan memulai menaiki jajangkungan (egrang) dan rorodaan (mobil-mobilan dari bambu dengan roda dari kayu yang bisa dinaiki anak-anak dengan cara didorong oleh teman lainnya). Anak-anak pun tampak ceria, teriakan dan tawa membelah suasana sore yang sayup-sayup juga terdengar alunan tembang Cianjuran.

Tak hanya itu, di sisi lain terlihat seorang perempuan dewasa berjilbab yang belakangan diketahui bernama Dina sedang mengajarkan anak kecil, Ridwan yang baru berusia dua tahun bermain jajangkungan. Dengan kedua kakinya yang sudah berpijak di atas dua pijakan egrang dan kedua tangannya memegang kedua bambu pegangannya yang juga dipegang oleh Dina, Ridwan terlihat semangat dan tidak merasa takut.

"Adik saya ini memang selalu nggak pernah merasa takut kalau mencoba alat permainan," tutur Dina, kakak Ridwan yang saat itu datang ke area festival bersama ibunya, Rita, kepada Tribun, Rabu (30/5).

Selain Ridwan, Dina juga mengawasi adik satunya lagi, Umam (6) yang antusias mencoba permainan jajankungan dan rorodaan. Untungnya adiknya yang satu ini sudah bisa memegang alat permaianannya sendiri.  

"Ini baru pertama kali buat adik-adik saya mengenal permaian tradisional. Mudah-mudahan saja momen ini bisa terus diingatnya sampai dewasa nanti," harap Dina yang juga diangguki oleh Rita sang ibunda.

Kegembiraan anak-anak memainkan permainan anak-anak itu berlangsung sejak selepas salat azar hingga menjelang magrib. Anak-anak baik laki-laki maupun perempuan tampak tak henti-hentinya terus mencoba permainan jajangkungan dan rorodaan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer yang ingin mengabadikan momen unik itu. Selain itu para fotografer itu pun rupanya tertarik memotret untuk diikutkan dalam lomba foto yang menjadi bagian acara pada Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda. 

"Melalui penyajian kaulinan barudak ini kami berharap anak-anak sekarang juga mengenal jenis-jenis permainan tradisional yang ada di tatar Sunda ini," kata Cernan Melandi, Ketua Panitia acara.

Permainan anak-anak tempo dulu yang terbuat dari bambu itu dikatakan Cernan disediakan untuk para pengunjung secara gratis sejak pagi hingga sore. Sehingga diharapkannya acara Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda ini menjadi alternatif kunjungan wisata mulai Senin (28/5) hingga Sabtu (2/6) nanti.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved