Dipukul Kursi Saat Lerai Pertikaian
Kecit Akhirnya Meninggal Setelah 13 Hari di RS
Dede Sutardi alias Kelik (30), warga Kampung Nagrak Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor tewas setelah 13 hari dirawat di UGD
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Adityas Annas Azhari
JATINANGOR,TRIBUN-Dede Sutardi alias Kecit (30), warga Kampung Nagrak Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor tewas setelah menjalani 13 hari perawatan di UGD Klinik Unpad Jatinangor, Rabu (16/5) sore. Sebelumnya, ia mengalami luka di bagian kepala akibat dipukul oleh kursi saat digelar hiburan hajatan di Desa Cileles, Minggu (6/5).
Informasi yang dihimpun dari saudara Kecit, Iyus (40), saat digelarnya hajatan, Minggu (6/5) sore, dua kelompok terlibat pertikaian hebat. Saat itu, Kecit mencoba melerai keduanya. Namun, naas, niat untuk melerai berbuah jadi malapetaka. Manakala, salah seorang dari kelompok yang bertikai malah membanting kursi ke kepala Kelik. Seketika, Kecit pun tidak sadarkan diri hingga ia dirawat dan akhirnya meninggal seminggu kemudian di UGD Klinik Unpad Jatinangor.
"Saat itu Kecit hanya mencoba melerai mereka yang bertikai. Tapi saat melerai, salah satu diantara mereka malah memukul Kecit dengan kursi hingga akhirnya ia tersungkur dan tak sadarkan diri. Setelah itu kami membawa Kecit ke klinik Unpad," ujar Iyus di Jatinangor, Kamis (17/5).
Setelah dibawa ke rumah sakit, lanjut Iyus, Senin (7/5) malam, sehari setelah kejadian, pihaknya kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Jatinangor. Merasa belum ada tanggapan, hari berikutnya, Selasa (8/5) siang, pihaknya kembali melaporkan kejadian tersebut pada polsek yang sama.
Namun, lanjut Iyus, sejak pelaporan untuk kedua kalinya, aparat belum mengambil tindakan dengan memeriksa langsung pihak-pihak yang bertikai. Padahal, pihaknya sudah memberikan keterangan-keterangan pihak mana saja yang terlibat pertikaian dan siapa yang memukul Kecit.
"Kami sudah berikan keterangan siapa saja yang bertikai termasuk siapa yang memukul. Tapi sejak kami melapor hingga Kecit akhirnya meninggal setelah dirawat selama 1 minggu, setahu kami belum ada tindakan dari kepolisian," papar Iyus.(ee)