Tragedi Sukhoi
Keluarga Korban: Harapan Itu Ada, Walaupun Tipis
Jika sebelumnya mereka berteriak histeris saat melihat gambar kantong mayat, kini mereka tegar meski raut wajah harap-harap cemas masih saja tampak
Kendati demikian, setelah empat hari proses pencarian dilakukan, keluarga kini tampak lebih tenang. Jika sebelumnya mereka berteriak histeris saat melihat gambar kantong mayat, kini mereka tegar meski raut wajah harap-harap cemas masih saja tampak. Ketika ada suara helikopter mendekat, semua anggota keluarga korban langsung berhamburan keluar ruang tunggu dan menanti di pinggir landasan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, ada beberapa kantong jenazah berwarna hitam yang diturunkan dari helikopter PMI dan Polri. Tiga kantong jenazah itu masing-masing kemudian dibawa dengan satu mobil jenazah untuk langsung ke Rumah Sakit Polri Sukanto, Jakarta Timur.
Indra, salah seorang kerabat dari Maria Marcella, yang merupakan salah satu penumpang Sukhoi, menyatakan bahwa pihak keluarga mulai mengikhlaskan kepergian Maria. "Sebenarnya harapan itu masih ada walaupun tipis. Tapi melihat kondisi yang ada, mau tidak mau harus diikhlaskan," ucap Indra yang merupakan teman kecil dari Maria, yang terakhir berporfesi sebagai pramugari PT Sky Aviation tersebut.
Indra menuturkan, dia datang ke bandara Halim Perdanakusuma lantaran masih berharap bahwa jasad Marcella ditemukan utuh. "Walaupun harapan hidup tipis, tapi kami berdoa agar ditemukan dalam kondisi utuh," ucap Indra.
Selain Indra, sejumlah anggota keluarga juga masih terus menunggu informasi soal pemulangan jenazah. Salah seorang keluarga sempat menanyakan tentang boleh-tidaknya korban bisa langsung diambil untuk dibawa pihak keluarga. Menanggapi pertanyaan ini, konsultan Sukhoi dari PT Trimarga Rekatama, Soenaryo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya hal itu bisa diwujudkan. "Kalau dalam kondisi utuh, kami usahakan jenazah bisa langsung dibawa pulang," tandasnya. (*)