Harga BBM Naik

Ribuan Buruh Penuhi Jalan Diponegoro

Ribuan buruh yang tergabung dari tiga elemen forum silaturahmi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Kota Bandung memenuhi depan Gedung Sate.

Ribuan Buruh Penuhi Jalan Diponegoro
Demo tolak harga BBM di Gedung Sate, Selasa (27/3).
BANDUNG, TRIBUN- Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi. Kali ini ribuan buruh yang tergabung dari tiga elemen forum silaturahmi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Kota Bandung memenuhi depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (27/3).

Massa yang tergabung dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) datang ke depan Gedung Sate sekitar pukul 09.15 WIB. Massa berjumlah sekitar 2.000 orang.

Dalam aksi tersebut massa membawa bendera, poster, dan dan spanduk bertuliskan penolakan mereka terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka membentangkan spanduk putih melingkari pagar Gedung Sate sebelah kanan depan.

Selain itu mereka juga membawa boneka pocong sebagai simbolisasi matinya hati nurani pemerintah. Menurut M Sidharta, Wakil Ketua KSPSI Kota Bandung, mereka juga akan melakukan yasinan sebagai doa agar para pemimpin sadar bahwa kebijakan menaikkan harga BBM tidak tepat.

Sekitar pukul 10.00 WIB gelombang buruh berikutnya datang dengan mengendarai sepeda motor dan sebuah truk. Di atas truk ini buruh kemudian berorasi.

Sidharta mengatakan bahwa tujuan aksi ini untuk meminta para anggota DPRD Jabar menyampaikan aspirasi rakyat dengan membuat surat resmi kepada DPR RI agar menolak permintaan pemerintah menaikan harga BBM.

Selain itu, lanjutnya, agar para wakil rakyat memilih opsi kedua, yakni melarang pemerintah menaikkan harga BBM dalam sidang paripurna DPR 29 Maret mendatang. (jb1)

Editor: nip
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved