BP Migas Siap Dukung Konversi BBM
BANDUNG, TRIBUN - Awal tahun ini, pemerintah menyatakan rencananya untuk menggulirkan pembatasan dan pembelian sekaligus konversi bahan bakar minyak (BBM). Akan tetapi, sampai saat ini, rencana pembatasan dan pembelian sekaligus konversi bahan bakar minya
Penulis: | Editor: Deni Denaswara
BANDUNG, TRIBUN - Awal tahun ini, pemerintah menyatakan rencananya untuk menggulirkan pembatasan dan pembelian sekaligus konversi bahan bakar minyak (BBM). Akan tetapi, sampai saat ini, rencana pembatasan dan pembelian sekaligus konversi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan masih belum ada kepastian.
Meski begitu, BP Migas menyatakan siap menyukseskan rencana tersebut. "Pada dasarnya, kami siap melaksanakan konversi BBM menjadi gas," tegas Kepala BP Migas, R. Priyono, di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka Bandung, Jumat (10/2).
Priyono menegaskan, kesiapannya pihaknya itu dalam hal pemenuhan kebutuhan gas, baik Compressed Natural Gas (CNG) atau Liquified Gas for Vehicle (LGV) alias LPG.
Namun, lanjut Priyono, agar rencana konversi itu dapat terealisasi, sebaiknya, pemerintah harus segera memenuhi atau menyiapkan sarana infrastruktur pendukungnya.
"Misalnya, jelas dia, dalam hal alat konversi (konverter kit). Lalu, sambungnya, juga dalam hal Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)," tuturnya.
Mengenai jenis gas yang cocok pada konversi, Priyono cenderung menggunakan CNG. Alasannya, kilah dia, CNG lebih sederhana. "LGV pun tidak masalah. Untuk kendaraan yang high speed, memang, LGV lebih cocok. Tapi, harganya, saya kira lebih mahal," ucapnya.
Sayangnya, Priyono mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa harga LGV. Sementara harga CNG, Priyono memperkirakan, angkanya sekitar 7 dolar AS. (win)