Suspect Flu Burung

Orang yang Serumah dengan Korban Diambil Darahnya

BANDUNG, TRIBUN - Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan untuk penanganan terhadap keluarga pasien, akan dilakukan pengambilan sample darah, untuk mengetahui apakah ada yang terinveksi atau tidak.

Penulis: Tiah SM | Editor: Deni Denaswara

BANDUNG, TRIBUN - Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan untuk penanganan terhadap keluarga pasien, akan dilakukan pengambilan sample darah, untuk mengetahui apakah ada yang terinveksi atau tidak.

“Hari ini, Kamis (9/2) Dinkes Kota Bandung dan Provinsi akan mengambil sample darah kepada tiga orang yang serumah dengan korban suspect," ujar Ahyani, kemarin.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mewaspadai seseorang terjangkit flu burung adalah jika panas mendadak diikuti dengan sesak napas. “Dasarnya  tanda-tanda flu burng tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya,” ujar Ahyani.

Ahyani minta masyarakat waspada dengan adanya kasus flu burung, mengingat Kota Bandung merupakan kota yang terbuka sehingga mudah terjangkit virus flu burung. “Tahun ini awal kasus flu burung di Jabar terjadi di Bekasi, namun, mengingat Kota Bandung adalah Kota yang terbuka, sehingga kewaspadaan harus dilakukan sendiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Ahyani mengatakan, walau belum ada hasil positif atau negatif penyebab kematian suspect tapi kami sudah memberlakukan korban sama dengan suspect sesuai Protap dalam pemakamannya.

Suspect flu burung, SA, warga Kampung Mengger Girang, Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, dimakamkan sesuai prosedur suspect dengan peti karena sebelumnya diisolasi. SA mengalami gagal napas dan radang paru-paru dan dinyatakan suspect flu burung oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. (tsm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved