Kondisi Membaik, Korban Keracunan Berkurang
KARAWANG, TRIBUN - Sempat terus bertambah sejak Jumat pekan lalu dan mencapai 87 orang pada Senin kemarin, korban keracunan kue dodongkal yang dirawat di RSUD Karawang, Jawa Barat, berkurang. Pada Selasa (7/2/2012) pagi, jumlah korban dirawat tinggal 32 o
KARAWANG, TRIBUN - Sempat terus bertambah sejak Jumat pekan lalu dan mencapai 87 orang pada Senin kemarin, korban keracunan kue dodongkal yang dirawat di RSUD Karawang, Jawa Barat, berkurang. Pada Selasa (7/2/2012) pagi, jumlah korban dirawat tinggal 32 orang.
"Kondisi sebagian besar warga yang dirawat membaik dan diperkenankan pulang oleh dokter. Sejak kemarin tidak ada penambahan lagi dan kini tinggal 32 orang," kata Ruhimin, pelaksana Kepala Subbagian Humas RSUD Karawang.
Sedikitnya 87 warga Desa Tegalwaru, Mekarmaya, dan Cilamaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala mual, muntah, pusing, lemas, dan beberapa kejang-kejang. Mereka mengalami gejala itu setelah mengonsumsi kue dodongkal, kue tradisional yang dibuat dari bahan tepung beras dan gula merah.
Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Rasim, hasil penelitian sementara dari sampel yang diambil diketahui kue tersebut mengandung nitrit yang berpotensi menimbulkan keracunan. Ada kemungkinan bakteri di makanan itu, tetapi penelitiannya belum selesai.
Para korban membeli kue dodongkal dari penjaja keliling. Menurut Rasim, berdasarkan keterangan pembuat dan penjual, kue itu terjual 140 bungkus pada hari yang sama saat para korban mengeluhkan gejala keracunan.
Para korban berasal dari Desa Tegalwaru, Mekarmaya, dan Cilamaya. Mereka mengaku merasakan gejala keracunan, seperti mual, muntah, dan pusing, sekitar 2-3 jam setelah makan kue tradisional yang dijajakan pedagang keliling, Kamis sore pekan lalu.
Kamis malam, korban keracunan secara bergelombang datang ke Puskesmas Cilamaya. Akibat tak tertampung, mereka sebagian langsung ke RSUD Karawang. Hingga hari keempat, Senin, jumlah warga yang keracunan mencapai 87 orang.
Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa. Selain memeriksa sampel kue dodongkal, pemerintah juga menggratiskan seluruh biaya pengobatan dan rawat inap para korban. (kompas.com)