Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tidak Berkualitas

BANDUNG, TRIBUN - Secara year on year, perekonomian Jabar mengalami pertumbuhan sebesar 6,65 persen. Pertumbuhan ini disebabkan terjadinya pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga, termasuk lembaga non profit 5,87 persen, konsumsi pemerintah 10,85 perse

BANDUNG, TRIBUN - Secara year on year, perekonomian Jabar mengalami pertumbuhan sebesar 6,65 persen. Pertumbuhan ini disebabkan terjadinya pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga, termasuk lembaga non profit 5,87 persen, konsumsi pemerintah 10,85 persen, PMTB 13,24 persen, perubahan inventori 23,25 persen, dan ekspor 3,83 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Lukman Ismail mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jabar tidak berkualitas karena pertumbuhan terbesar terjadi pada konsumsi rumah tangga dibandingkan pertumbuhan investor.

"Pertumbuhan yang berkualitas ya dari investasi. Manfaatnya terhadap masyarakat yang lebih baik harus dari investasi. Pangsa pasar Jabar kan banyak, tapi ya itu, harus kondusif," katanya ketika ditemui di Kantor BPS Jabar, Senin (6/2) siang.

Menurutnya, pertumbuhan perekonomian ini terjadi dalam kondisi yang adem-adem saja. Belum dipengaruhi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Diperkirakan kenaikan tarif BBM dan TDL belum berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian pada triwulan pertama tahun ini.

"Iklim demonstrasi buruh itu menakutkan. Jangan sampai terjadi lagi. Kemungkinan Maret pertumbuhan perekonomian bisa bagus lagi karena ada panen raya," kata pria berkulit putih ini.

Apabila dilihat secara akumulatif, perekonomian Jabar tumbuh sebesar 6,48 persen. Pada triwulan IV 2011, perekonomian Jabar tumbuh sebesar -0,09 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal itu dipicu terjadinya peningkatan laju pertumbuhan impor 4,71 persen dengan sumber pertumbuhan yang berasal dari komponen ini sebesar 2,64 persen.

Nilai ekspor atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp 79,30 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp 80,62 triliun pada triwulan IV 2011. Sedangkan nilai impor Jabar atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp 61,87 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp 66,92 triliun pada triwulan IV 2011.

Secara kumulatif Januari sampai Desember 2011, pertumbuhan ekonomi Jabar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2010 mencapai 6,48 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu sebesar 14,93 triliun. (guy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved