Pengeroyokan

Andre Mengaku Diserang oleh Korban

Kepala Kepolisian Sektor Babakan, Ajun Komisaris Sunarko mengatakan, Andre merupakan salah satu tersangka utama kasus pengeroyokan yang menewaskan Sarkam, satu bulan lalu. Bersama tujuh tersangka lain, Andre memukul leher Sarkam.

|
Penulis: roh | Editor: Deni Denaswara

CIREBON, TRIBUN - Andre, tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan Sarkam akhirnya berhasil diamankan polisi. Andre ditangkap Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Babakan, Kabupaten Cirebon di sebuah tempat di Gebang, Kabupaten Cirebon, Minggu (29/1) malam.

Kepala Kepolisian Sektor Babakan, Ajun Komisaris Sunarko mengatakan, Andre merupakan salah satu tersangka utama kasus pengeroyokan yang menewaskan Sarkam, satu bulan lalu. Bersama tujuh tersangka lain, Andre memukul leher Sarkam.

"Korban pun tewas beberapa jam setelah dikeroyok tersangka," kata Sunarko, Senin (30/1).

Andre mengatakan, jika dirinya tidak membunuh korban. Dia hanya memukul satu kali ke leher korban, dengan menggunakan kayu.

"Setelah itu, teman-teman juga menyerang. Tapi saya tidak tahu mereka menyerang pakai apa," kata Andre.

Namun setelah dua jam kejadian, dikabarkan jika korban meninggal dunia. Andre pun panik, hingga memilih kabur ke Jakarta.

Di Markas Kepolisian Sektor Babakan, Kabupaten Cirebon, Andre mengatakan sebenarnya dirinya yang pertama kali diserang oleh kelompok korban. Namun karena tidak terima, dia membalas serangan tersebut.

"Lagi main tiba-tiba ada motor kencang, pengendaranya bilang monyet. Tak saya ladenin, eh dia balik lagi bawa temannya. Dia bilang tungguin di sini, dan ternyata dia nyiapin motor untuk balik lagi," kata Andre menceritakan awal mula kejadian pengeroyokan.

Namun ketika hendak pulang, lanjut Andre, dia malah dilempari batu. Akhirnya Andre pun menyerang balik dengan kayu balok. 

Atas perbuatannya, Andre pun dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.(roh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved