LIPUTAN KHUSUS
Pelajar Rela Bolos Demi Game Online
BANDUNG, TRIBUN - Ages, bukan nama sebenarnya, setiap tiga hari dalam sepekan selalu membolos sekolah. Waktunya digunakan untuk bermain game online Counter Strike (CS) di sebuah warnet yang menjadi langganannya. Sejak pagi sampai malam, dia
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Deni Denaswara
BANDUNG, TRIBUN - Ages, bukan nama sebenarnya, setiap tiga hari dalam sepekan selalu membolos sekolah. Waktunya digunakan untuk bermain game online Counter Strike (CS) di sebuah warnet yang menjadi langganannya. Sejak pagi sampai malam, dia habiskan waktu di monitor komputer.
"Saya izin sama orang tua sekolah. Kalau membolos, tiga hari dalam sepekan. Saya bawa pakaian dan celana ganti di dalam tas. Kemudian saya menggantinya di kamar mandi yang ada di warnet," kata remaja berusia 15 tahun ini ketika ditemui Tribun di sebuah warnet, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, mulai membolos sejak kelas 2 SMP. Biasanya pada pagi hari langsung menuju ke warnet. Sekitar pukul 12.00 atau waktu pulang sekolah, dia menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Waktu itu dimanfaatkan untuk makan siang, dan seolah-olah memang benar-benar ke sekolah.
"Setelah makan siang, kembali lagi ke warnet. Kadang sampai pukul 17.00, kadang juga sampai pukul 23.00. Kalau membolos biasanya saya izin sakit. Di rumah tidak ada komputer dan sambungan internet," ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Ages selalu sendirian membolos. Tapi di warnet, biasanya dia bertemu dengan teman main game online. Dia juga mengaku tidak takut kalau ada razia di warnet. Apalagi dia selalu mengenakan baju biasa kalau bermain pada saat jam sekolah.
"Setiap hari saya dikasih sangu Rp 24 ribu. Yang Rp 4 ribu buat naik angkot pulang pergi, sedangkan sisanya selalu habis buat bermain game online. Selama ini belum pernah ketahuan membolos. Dulu senangnya bermain Dota. Tapi sekarang asyik bermain Counter Strike," katanya.
Andi, bukan nama sebenarnya, juga hampir setiap hari selalu bermain game online di sebuah warnet yang ada di Jalan Merdeka, Bandung. Namun dia mengaku tidak pernah membolos dari sekolah hanya untuk bermain game CS.
Ditemui Kamis (12/1) sekitar pukul 10.30, bocah kelas dua SMP di sekolah swasta itu masih mengenakan seragamnya. Dia bersama sejumlah temannya bermain game perang-perangan.
"Kami selalu bermain CS. Seru bisa saling menembak. Kalau sukanya lumayan sudah lama. Pertama tertarik karena sering diajak teman yang lain. Ternyata mengasyikkan," kata bocah berusia 12 tahun ini.
Uang sakunya sebesar Rp 10 ribu per harinya, sebagian besar dihabiskan untuk bermain game. Sedangkan sisanya untuk jajan makanan. Andi merasa tidak puas kalau bermain di rumah, karena tidak sebebas bermain di warnet.
"Kalau di rumah hanya bisa sebentar, dan disuruh belajar. Kalau di warnet kan bisa ramai-ramai, sambil teriak dan mau main sepuasnya. Paling sore baru pulang," ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. (guy)
Game Online yang Digandrungi
* Atlantica Online
* Final Fantassy
* Warcraft
* DotA
* Point Blank
* Counter Strike
* RF Online
* Berita selengkapnya bisa dibaca di harian Tribun Jabar edisi Kamis (19/1/2012).