KAULINAN BARUDAK (1)
Cicilalang Menaikkan Pamor Lagu Permainan Anak Sunda
Setelah dipopulerkan oleh pelawak kenamaan, Sule, pada acara komedinya di televisi, lagu permainan anak Sunda yang sepertinya tidak memiliki keterkaitan makna antara kalimatkalimatnya ini sekarang menjadi sangat dikenal dan bahkan digemari oleh banyak mas
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Deni Denaswara
"CICILALANG keur sosorodotan. Aya ucing teu dikarungan. Aya Mang Uhe, bubulucunan. Eta domba nini car kencarkeun," nyanyi anak-anak dari Kecamatan Cipeundeuy dan Cikalong Wetan ini sambil menari serempak dalam acara HUT ke-5 Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Ngamprah, Senin (2/1).
Setelah dipopulerkan oleh pelawak kenamaan, Sule, pada acara komedinya di televisi, lagu permainan anak Sunda yang sepertinya tidak memiliki keterkaitan makna antara kalimatkalimatnya ini sekarang menjadi sangat dikenal dan bahkan digemari oleh banyak masyarakat Indonesia.
Walaupun kalimat ketiga pada lagu Cicilalang versi Sule berbeda dengan versi yang kerap dinyanyikan oleh anak-anak di Cikalongwetan dan Cipeundeuy tadi, tetapi gerakan yang mereka lakukan tetap sama. Anak-anak ini menyanyikannya dengan riang, mengikuti gerakan Sule di televisi.
Sebenarnya lagu Cicilalang hanyalah salah satu dari puluhan lagu permainan anak Sunda. Sebut saja Cingcangkeling, Tokecang, Paciwit-ciwit Lutung, dan Cing Ciripit, yang sebelumnya jauh lebih populer di kalangan anak-anak daripada lagu Cicilalang. Hingga sekarang, semua lagu tersebut masih dapat terdengar di berbagai kawasan perkampungan dan pedesaan.
Lalu bagaimana dengan puluhan lagu Sunda lainnya? Apakah masih ada orang tua atau kakek-nenek yang mendudukkan anak atau cucunya di kakinya lalu mengayun- ayunkannya sambil menyanyikan lagu Cang-Ucang Angge? Apakah masih ada sekelompok anak menyanyikan lagu Ole-ole Ogong sambil berjalan-jalan bersama?
Pemandangan tersebut mungkin sudah menjadi barang langka di kawasan perkotaan. Di kawasan pedesaan pun sepertinya lagulagu tersebut sedang menunggu akhir hayatnya. Kini, masyarakat Sunda sepertinya sudah terbuai dengan berbagai lagu moderen dan anak-anaknya pun akan lebih suka menyanyikan lagu-lagu cinta yang dipopulerkan berbagai band Indonesia.
Pengajar Seni Tari dari Cikalongwetan, Iboy (40), mengatakan lagu-lagu tradisional Sunda akan punah tergerus berbagai lagu modern jika masyarakat Sunda, khususnya generasi tua, tidak mau mewariskan atau mengajarkan anak-anaknya berbagai permainan dan lagu anak khas Sunda.
"Kalau Sule tidak mempopulerkan lagu Cicilalang, mungkin tidak akan ada anak Sunda lagi yang mau menyanyikannya. Semuanya tergantung generasi tua yang harus mengajarkan lagu dan permainan tradisional kepada generasi penerusnya. Bukan tugas kami, para guru, saja. Orang tua pun harus berperan banyak," ujar Iboy saat ditemui setelah pertunjukan lagu dan permainan anak sunda di Ngamprah, Senin (2/1). (aa)