Mengeksplorasi Keajaiban Umami Lewat Masakan Jepang

Makanan Jepang telah menjadi fenomena saat ini. Keberadaannya tidak hanya dikenal di Asia, tapi juga dunia. Masyarakat pun banyak yang suka

BANDUNG, TRIBUN - Makanan Jepang telah menjadi fenomena saat ini. Keberadaannya tidak hanya dikenal di Asia, tapi juga dunia. Masyarakat pun banyak yang suka karena kandungan gizi dan rasanya yang enak.

Makanan Jepang memang unik. Dengan ciri mengandung banyak sayur dan tidak banyak menggunakan minyak, lemak, dan bumbu yang kental, makanan Jepang tetap terasa enak di lidah.

Konon, kelezatan makanan Jepang karena berkat dashi dan umami. Dashi adalah kaldu khas Jepang yang dibuat dari beragam bahan baku yang telah dikeringkan, lalu direbus dan diambil kaldunya. Bahan baku yang digunakan antara lain rumput laut, jamur shitake, ikan cakalang asap, sarden, dan ikan makarel. Sementara umami adalah rasa yang dihasilkan dari dashi tersebut.

Dalam Bahasa Indonesia, rasa umami lebih dikenal dengan kata gurih. Rasa tersebut merupakan urutan kelima dari dasar rasa setelah manis, asin, pahit dan asam. Ditemukan lebih dari 100 tahun lalu di Jepang oleh Dr Kikunae Ekida.

Rasa umami ini yang mendorong Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menjalin kerjasama dengan PT Ajinomoto Indonesia, produsen MSG yang pertama kali mengomersilkan rasa umami, untuk mengeksplor rasa umami khas Jepang pada masakan nusantara. Diharapkan, masakan Indonesia juga bisa mendunia sebagaimana masakan Jepang yang memiliki ciri khas umami.

Kerjasama dilakukan dalam bentuk kuliah umum. Mahasiswa STP Bandung Jurusan Tata Boga tingkat pertama dan kedua diikutsertakan dalam kuliah umum ini. Mereka akan mengikuti perkuliahan selama dua semester, di mana semester pertama telah dimulai Oktober 2012.

"Ada empat sesi pertemuan. Yang menjadi pembicara adalah pakar masakan Jepang yang benar-benar berasal dari Jepang. Chef tersebut memberikan kuliah umum mengeksplor apa itu umami," ujar PR PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati dalam jumpa pers di Bandung, Jumat (11/1) malam.

Di setiap semester, kata Katarina, diakhiri dengan cooking competition. Ini akan dilakukan oleh 20 mahasiswa yang terpilih. Cooking competition semester pertama rencananya digelar 19 Januari 2013.

"Sabtu ini adalah kuliah terakhir. Yang menjadi pemateri adalah chef Kimio Nonaga," ujar Katarina. Chef Nonaga ini merupakan salah satu chef muda terbaik di Jepang. (*)

Penulis: roh
Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved