Tanpa PDIP dalam Pertemuan Parpol Koalisi Jokowo-Maruf di Kantor Nasdem, Begini Kata Surya Paloh

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjelaskan mengenai ketidakhadiran PDIP dalam pertemuan itu.

TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa pada Konsolidasi Struktur Partai, Komisi Saksi, dan Bacaleg Partai Nasdem se-Jawa Barat, Hotel Harris, Bandung, Minggu (4/3/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - PDIP absen dalam pertemuan ketua umum parpol pengusung Joko Widodo-Maruf Amin di kantor DPP Nasdem, Senin (22/7/2019).

Di luar PDIP, empat pimpinan partai pengusung Jokowi-Maruf Amin hadir di kantor DPP Nasdem.

Selain Surya Paloh sebagai tuan rumah, hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjelaskan mengenai ketidakhadiran PDIP dalam pertemuan itu.

Menurutnya, Ketua Umum PDIP tak ikut hadir karena pertemuan itu berlangsung secara spontan tanpa diagendakan.

"Ya memang kalau bisa hadir bersama bisa lebih baik tapi ini spontan saja kebetulan sedang kumpul di kantor Nasdem," kata Surya kepada Kompas TV, Selasa (23/7/2019).

Soal Kandidat Ketua MPR, Muhaimin Iskandar: Sudah Saling Tahu

PDIP Tak Ingin Jumlah Koalisi Bertambah, Dikhawatirkan Tidak Solid

Surya Paloh mengakui memang tidak mengundang perwakilan PDIP untuk datang ke kantornya kemarin.

Tiga ketum parpol yang datang, ucap Surya Paloh, juga tidak diundang.

"Memang yang datang tidak diundang. Itu semua spontan datang kebetulan sekali mereka adik-adik saya. Dan mereka melihat saya dua hari sebelumnya merayakan ulang tahun," kata politisi kelahiran 16 Juli 1951 ini.

Surya Paloh pun menegaskan dalam pertemuan itu tak ada pembahasan spesifik.

Masing-masing ketum parpol hanya saling bertukar pikiran terkait konsolidasi politik yang dilakukan pasca Pilpres 2019.

Sementara soal pimpinan MPR, Surya Paloh sepakat dalam paket yang diusung harus diisi parpol koalisi Jokowi-Maruf, bukan parpol oposisi.

Hal ini disampaikan Surya Paloh menanggapi Partai Gerindra yang juga mengincar kursi Ketua MPR.

"Kursi MPR idealnya tetap paket partai pengusung pemerintahan Jokowi saat ini," kata dia.

Seminggu Hilang, Nenek Julita Ditemukan Dalam Kondisi Hidup di Sumur Tua Sedalam 12 Meter

JADWAL Liga 1 PERSIB Bandung VS BALI United, 3 Pemain Akan Jadi Korban

Terkait siapa yang mendapat jatah ketua MPR dan tiga wakil Ketua MPR, menurut dia hal itu belum diputuskan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved