Rapper Muda Rich Brian Banyak Dipuji Jokowi, Tapi Mantan Wakil Menlu Sebut Tak Pantas Jadi Panutan
Rapper muda asal Indonesia, Rich Brian dipuji Presiden Jokowi. Tapi, Mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal menyebutnya bukan sosok panutan.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Nama rapper muda asal Indonesia, Rich Brian, sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Terlebih setelah Rich Brian bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi banyak memuji prestasi yang diraih Rich Brian di dunia musik, termasuk kariernya di musik internasional.
Namun, untuk menjadi seorang pemuda panutan atau teladan, ternyata ada yang tidak setuju.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengutarakan pendapatnya tentang rapper muda berbakat asal Indonesia, Rich Brian.
Dino mengatakan bahwa meski berprestasi, Brian bukanlah sosok yang bisa dijadikan panutan.
Hal itu diungkapkan Dino melalui akun Twitter-nya, @Dino Patti Djalal, yang dikutip Kompas.com, Rabu (17/7/2019).
"Maaf, walaupun ia mungkin berprestasi, saya sbg seorang ayah memandang rapper diaspora Rich Bryan BUKAN panutan / tauladan bagi pemuda Indonesia, mengingat tweetnya yg sering bernada jorok, porno, kasar dan kadang merendahkan wanita," tulis Dino.
Twit Dino pun mengundang reaksi beragam dari para warganet. Bahkan, kakak Brian, Sonia Eryka ikut mengomentari twit Dino yang mengundang kontroversi tersebut.
Sonia mengunggah sebuah tangkapan layar sebuah twit Dino pada tanggal 20 April 2018 lalu.
"We are trying to find Indonesian rapper @richbrian to invite him to speak at Supermentor Los Angeles end of April, along with me and @ridwankamil. Can anyone help?" tulis Sonia.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf pun ikut menanggapi dengan sebuah komentar singkat, "Uhuk!".
Untuk mengonfirmasi hal ini, Kompas.com masih terus berupaya menghubungi Dino dan Rich Brian.
Nama Rich Brian mulai melejit saat ia meluncurkan video musik "Dat Stick" yang kemudian viral di dunia maya.
Lagunya yang berjudul "Who That Be" juga tak kalah populer. Setelah bergabung dengan label 88+, Brian mulai melebarkan sayap ke industri musik Amerika Serikat dan pindah ke sana tahun lalu.