Peternak Sapi Kesulitan Cari Rumput Segar Saat Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Dispangtan Cimahi

Peternak sapi di Cimahi kesulitan cari rumput segar saat kemarau, ini yang dilakukan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Peternak sapi asal Kampung Terebosan, Kota Cimahi, Mulyadi (55) saat memberikan pakan ke sapi miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mengaku rutin memberikan pelatihan pembuatan pakan sapi menggunakan teknologi silase hijauan kepada para peternak sapi di Kota Cimahi.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sulitnya mencari pakan sapi seperti rumput dan jerami hijau saat musim kemarau yang saat ini peternak sapi sudah mulai kesulitan untuk mencari rumput hijau atau segar.

Kepala Seksi Peternakan, Dispangtan Kota Cimahi, Retno Wulan, mengatakan, teknologi silase itu merupakan pakan hijauan yang telah diawetkan dengan cara disimpan dalam tempat kedap udara selama tiga minggu, sehingga terjadi proses fermentasi.

"Syarat hijauan yang dibuat silase segala jenis tumbuhan atau hijauan serta bijian yang disukai ternak terutama yang mengandung karbohidratnya," ujarnya di kompleks perkantoran Pemkot Cimahi, Rabu (17/7/2019).

Tak hanya rumput, tetapi limbah pertanian seperti batang dan daun jagung juga bisa diawetkan menjadi silase. Tujuannya untuk mempertahankan gizi yang terkandung didalamnya dan mempertahankan warna tetap hijau agar disukai ternak.

"Jadi ketika ketika ada limbah pertanian seperti jerami dan rumput mereka (para peternak) sudah dilatih untuk membuat pakan seperti itu agar tidak kesulitan mencari pakan ternak," katanya.

Retno menambahkan, cara membuat silase ini dengan cara melakukan pencacahan bahan baku yang kemudian dicampurkan dengan starter seperti 2 SDM biozim/1 genggam ditambah 5 kilogram molasses, tambah 1/2 kilogram mineral mox, dan ditambah 1 liter air.

Kemudian, pengerjaannya dengan cara penyediaan 20 liter air, 2 kuintal rumput segar, 1 gayung bibit ditambah 25 liter air dan 2 kuintal jerami, kemudian, masukan bahan ke dalam kantung plastik atau drum sampai tidak ada udara.

"Memang aplikasi pelatihan silase yang diberikan kepada para peternak tidak semudah itu. Namun, kami tetap menyarankan agar ilmu yang didapat itu dimanfaatkan untuk solusi pakan sehat sapi di musim kemarau," katanya.

Berdasarkan data Dispangtan Kota Cimahi, jumlah peternak sapi di Kota Cimahi mencapai 136 orang dengan rincian peternak sapi perah 101 orang dan peternak sapi potong 35 orang.

Total jumlah sapi dari peternak yang ada di Kota Cimahi mencapai 689 ekor dengan rinciannya sapi perah 470 ekor dan sapi potong 219 ekor.

Musim Kemarau, Peternak Sapi di Kota Cimahi Kesulitan Mencari Rumput dan Jerami Segar

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved