Musala di Sebuah Supermarket Kota Cimahi Dibongkar Satpol PP dengan Alasan IMB

Bangunan musala yang berada di belakang sebuah supermarket di Kota Cimahi di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi

Musala di Sebuah Supermarket Kota Cimahi Dibongkar Satpol PP dengan Alasan IMB
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Satpol PP Kota Cimahi saat membongkar bangunan musala yang berada di belakang sebuah supermarket yang berada di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Bangunan musala yang berada di belakang sebuah supermarket yang berada di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi, Jumat (17/5/2019).

Selain membongkar musala seluas 36 meter persegi, Satpol PP juga membongkar bagian tempat wudhu karena menyalahi izin mendirikan bangunan ( IMB).

Plt Kasatpol PP Kota Cimahi, Totong Solehudin, mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan karena pengelola superarket membuat tambahan ruangan di luar izin yang sudah diberikan.

"Tapi jangan sampai salah tafsir. Ini bukan berarti Satpol PP Kota Cimahi melarang dibangun musala. Tapi, seharusnya pemilik bisa membangun musala di tempat yang lebih layak," ujarnya di sela pembongkaran.

Satpol PP Dapati PSK Mangkal di Tiga Lokasi Ini Saat Bulan Ramadan, Amankan Juga Pasangan Asusila

VIDEO Razia di Bulan Ramadan, Satpol PP Kota Bandung Amankan PSK dan Ratusan Botol Miras

Sebelum melakukan pembongkaran, kata Totong, pihaknya juga sudah memberikan pendekatan agar pengelola membongkar sendiri bangunan musala tersebut, namun tak kunjung dilakukan.

"Kami lebih toleran dengan memberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan pembongkaran karena Satpol PP Kota Cimahi ingin menegakkan Perda," katanya.

Namun setelah pihaknya melakukan pengecekan di lapangan memang memenuhi prosedur wasdal PUPR sehingga pengelola diberikan teguran pertama hingga ketiga karena jelas melanggar dan harus dieksekusi.

"Seharusnya pengelola jangan sampai sudah modal keluar dan bangunan sudah jadi, tapi dibongkar karena menyalahi aturan," ucapnya.

Humas Borma Grup, Anton Suharjanto mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan pembongkaran dan berencana untuk memindahkan musala tersebut.

"Kami akan mencari titik yang pas, dan akan kami ajukan terlebih dahulu kepada perusahaan," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved