Jalan Bergelombang Banyak Ditemukan di Jalan Raya Cirebon-Bandung, Ini Dugaan Penyebabnya

Kasi Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sumedang, Hari Bagia, menyebutkan, penyebab Jl Raya Cirebon-Bandung kerap bergelombang

Jalan Bergelombang Banyak Ditemukan di Jalan Raya Cirebon-Bandung, Ini Dugaan Penyebabnya
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Menjelang arus mudik lebaran, jalan masih bergelombang di Jalur Cirebon-Bandung 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Seksi Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sumedang, Hari Bagia, menyebutkan, penyebab Jalan Raya Cirebon-Bandung kerap bergelombang salah satunya sering dilintasi oleh kendaraan besar.

Hari mengatakan, kendaraan besar yang melintas di jalan tersebut pun dianggap berpengaruh menyumbang kerusakan jalan yang terjadi di Jalan Raya Bandung - Cirebon.

"Mobil itu bebannya besar, mobil biasanya berjalan pelan dan ngerem ditanjakan atau, sehingga menyebabkan perubahan aspal," kata Hari beberapa waktu lalu saat dihubungi.

Penyebab lainnya, kata Hari, pondasi di Jalan Raya Bandung - Cirebon wilayah Kecamatan Jatinangor, jauh lebih rendah, sehingga rentan bergelombang.

"Yang di Cadas Pangeran cenderung lebih kuat, sedangkan dari pamulihan hingga jatinangor mudah bergelombang, maka dari itu harus diuji di laboratorium dan kewenangannya ada di Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN)," katanya.

Saat Mudik Lebaran, Hati-hati Melintas di Jalan Bergelombang di Jatinangor, Sering Ada Kecelakaan

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (17/5/2019), di sepanjang Jalan Raya Cirebon-Bandung, kerusakan yang banyak terlihat di jalur tersebut yakni aspal bergelombang, dengan ketinggian lima sampai 15 sentimeter.

Pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau sebaliknya, terpaksa menurunkan laju kecepatan kendaraan, untuk menghindari beberapa titik gelombang di jalan tersebut.

Dua Warga Indramayu Tewas Setelah Pesta Miras Oplosan di Bulan Puasa, Ciu Campur Minuman Energi

Titik gelombang paling terlihat, berada di sekitar Jembatan Sungai Cikeruh Desa Hegarmanah, gelombang tersebut berada di hampir seluruh badan jalan.

Jalan yang menjadi penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Lodia Tolak Seragamnya Dicorat-coret Saat Lulus, Alasannya Sentuh Hati Warganet

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved