Terdakwa Kasus Meikarta : Kenapa yang Terima dan Janji Beri Uang Tidak Dapat Sanksi Seberat Saya?

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati

Terdakwa Kasus Meikarta : Kenapa yang Terima dan Janji Beri Uang Tidak Dapat Sanksi Seberat Saya?
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sidang pleidoi Dewi Tisnawati terkait kasus suap Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung 

‎Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati tak bisa menahan tangisnya saat mebacakan pleidoi di sidang Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/4/2019) dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Jaksa KPK menuntut majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun pada Dewi, membayar uang pengganti Rp 80 juta subsidair 7 bulan.

"Saya akui itu kebodohan saya yang menerima uang tanda terima kasih, padahal sedari awal saya tidak pernah memberi perintah, tidak pernah bertemu dengan orang dari Meikarta. Saya khilaf saat saya menerima uang itu, saat menerima uang itupun saya bingung mau digunakan untuk apa uang itu," ujar Dewi.

Dalam tuntutan jaksa, Dewi menerima uang Rp 1 miliar terkait penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk 53 tower proyek Meikarta.

Uang itu berasal dari Meikarta yang diberikan oleh tervonis kasus Meikarta selaku pemberi suap yakni Fitradjaja Purnama, Hendri Jasmen dan Taryudi.

Ahmad Dhani Takut Dicampakkan Mulan Jameela, Nyanyikan Lagu Romantis, Ini Liriknya

Ketiganya menyerahkan uang untuk Dewi via Sukmawati Karnahaijat selaku Kabid Perizinan DPMPTSP dan Muhamma Kasimin selaku staf penerbitan DPMPTSP.

"‎Saat saya menerima uang (Rp 1 miliar) itu, saya pun bingung mau digunakan untuk apa," ujar dia.

Tidak hanya sekali, Henri Jasmen dan Taryudi kembali memberian uang suap pada Dewi, terkait penerbitan IMB yang belum rampung untuk 22 tower. Uang yang disiapkan yakni 90 ribu dollar Singapura.

Pada 14 Oktober 2018, Taryudi hendak memberikan uang itu pada Muhamad Kasimin untuk Dewi. Namun,mereka keburu ditangkap petugas KPK.

"Saat dijemput KPK, saya langsung berikan semua uangnya ke KPK," ujarnya.

Organisasi Medis Sebut KPU Tak Punya Sense of Crisis Terkait Meninggalnya 606 Petugas KPPS

Dewi pun sempat melontarkan pertanyaan untuk KPK. Di persidangan, banyak nama yang disebut menjanjikan hingga menerima uang.

Seperti Satriyadi dan Edi Dwi Soesianto dari PT Lippo Cikarang yang menjanjikan Rp 10 miliar untuk Neneng Hasanah Yasin terkait IPPT, Asep Buchori dari Dinas Pemadam Kebakaran, Muhamad Kasimin hingga Sukmawati Karnahadijat.

‎"Saya tidak kenal dengan orang Meikarta, ada beberapa nama di persidangan yang menjanjikan dan memberi uang tapi tidak mendapat sanksi. Sedangkan saya mendapat sanksi seberat ini," ujar Dewi.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved