PMII Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Tolak Aksi People Power

Pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya menolak adanya rencana gerakan massa bertajuk people power 22 Mei mendatang.

PMII Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Tolak Aksi People Power
Tribun Jabar/ Isep Heri
Puluhan aktivis PMII berdemonstrasi di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/10/2018) Siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya menolak adanya rencana gerakan massa bertajuk people power 22 Mei mendatang.

Pengurus cabang PMII Kota Tasikmalaya melalui ketuanya, Imam Farid bahkan mengecam aksi yang diprediksinya mengacu pada kekacauan bangsa.

"Gerakan melegitimasi hasil pemilu 2019 tidak bisa dikatakan sebagai people power sama halnya seperti sebelum reformasi dulu," kata dia, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, gerakan people power yang akan dilakukan saat ini tentunya sangat berbeda dengan people power saat menumbangka rezim orde lama dan orde baru yang lalu.

"Ini kan kalah Pemilu 2019, ya nyalon nanti 2024. Jangan korbankan rakyat," ujarnya.

Kesal, Posisi Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Masih Kosong, PMII Lakukan Ini

Senada dengan PC Kota Tasikmalaya, Ketua pengurus cabang Kabupaten Tasikmalaya, Lutpi Lutpiansyah.

Lutpi menilai rencana aksi massa nanti bisa menjurus ke pemberobtakan terhadap pemerintah yang sah.

"Kami tidak setuju karena kan jalur pergantian kekuasaan sudah dilakukan melalui pemilu," katanya.

Aktivis PMII Kota Tasikmalaya Datangi Bale Kota, Budi Budiman Dinilai Coreng Nama Baik Kota Santri

"Jangan hanya urusan Pilpres ada lagi tumpah darah sesama rakyat," lanjutnya.

Dia menambahkan, jikalau kalah dalam pilpres itu ada cara yang bisa ditempuh yakni melalui jalur konstitusional.

"Aturan sudah jelas," uajrnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved