Kisah Penghafal Alquran

Kisah ASN Pemkab Cianjur Menghafal 30 Juz Alquran, Menepis Godaan Ibu Kota Saat Kuliah

ASN Pemkab Cianjur ini hafal 30 juz Alquran. Beruntung dulu kuliah di Insitut PTIQ, meski kadang godaan ibu kota kerap menghampiri.

Kisah ASN Pemkab Cianjur Menghafal 30 Juz Alquran, Menepis Godaan Ibu Kota Saat Kuliah
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
ASN staf Bidang Kesra dan Keagamaan Setda Pemkab Cianjur, Asep M Nurzaman (kiri) penghapal 30 juz Alquran mendampingi Kabag Kesra dan Keagamaan Setda Pemkab Cianjur H Tata. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Asep M Nurzaman merasa beruntung dulu bisa berkuliah di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (Institut PTIQ).

Di kampus tersebut, mata kuliahnya mensyaratkan harus hafal Alquran.

Pria yang kini menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Bagian Kesra Setda Bidang Keagamaan Kabupaten Cianjur ini mengatakan, untuk bisa menghafal Alquran seseorang harus memiliki metode tertentu.

Keuntungan lain kuliah di Institut PTIQ, kata Asep, ia bisa gratis asrama dan biaya kuliah jika target hafalan per semester bisa terpenuhi dengan baik.

"Dari pesantren saya bermodal hafal dua juz, saya beruntung bisa kuliah di Institut PTIQ dan beres tahun 1993, sebuah perguruan tinggi yang mata kuliah sama dengan PT lain hanya ada lebihnya ada hafalan dan tilawah Alquran," ujar Asep membuka ceritanya saat ditemui di kantor Setda Kabupaten Cianjur.

Ia mengatakan di perguruan tinggi tersebut ada dua program, yakni program hafalan secara keseluruhan dari juz 1 sampai 30 dan hafalan terbatas.

Semua itu ditentukan sendiri oleh perguruan tinggi.

Pengakuan Ibunda Naja Hafiz Yang Lumpuh Otak Sejak Lahir, Hanya 10 Bulan Hafal 30 Juz Alquran

"Saya saat masuk ke perguruan tinggi tersebut mengambil tahfiz penuh, kebetulan disediakan asrama gratis karena selalu memenuhi target," katanya.

Menurut Asep, di samping mata kuliah yang harus diikuti, setiap semester ia juga harus menghafal Alquran sebanyak empat juz.

"Hafalan Alquran dilakukan sebelum ujian tes tertulis khusus untuk semua mahasiswa, kalau untuk tahfiz penuh wajib memenuhi target," katanya.

Imbas kalau tak hafal dan tak memenuhi target maka mahasiswa tak bisa ikut ujian tertulis.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved