MUI dan Tokoh Agama di Purwakarta Tolak Gerakan People Power

mengajak masyarakat Purwakarta untuk tidak terlibat dalam gerakan People Power.

MUI dan Tokoh Agama di Purwakarta Tolak Gerakan People Power
tribunjabar/haryanto
Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dean 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta bersama sejumlah tokoh agama di Kabupaten Purwakarta, mengajak masyarakat Purwakarta untuk tidak terlibat dalam gerakan People Power.

Gerakan tersebut muncul melalui sejumlah media sosial, karena adanya dugaan kecurangan pemilu yang dilakukan banyak pihak.

Aksi itupun rencananya akan dilakukan menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei 2019.

Namun demikian, ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dean mengatakan bahwa pihaknya menolak terhadap gerakan tersebut.

Sebab menurut dia 'people power' yang sebenarnya sudah dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 17 Mei 2019.

Hal tersebut dikatakannya saat ditemui di ruangannya, Kantor MUI Purwakarta, Jalan Jend. Ahmad Yani, Cipaisan, Purwakarta pada Selasa (14/5/2019).

"Menolak adanya rencananya kegiatan pengerahan massa atau people power. Karena people power sesungguhnya sudah kita lakukan bersama saat pencoblosan pada pemilu serentak lalu," kata Jhon Dien saat dikonfirmasi.

Prabowo Subianto Tegaskan Tolak Hasil Penghitungan Suara Pilpres 2019 KPU, Ungkap Bukti Kecurangan

Ia mengatakan aksi tersebut merupakan tindakan kurang tepat dilakukan oleh masyarakat dan menunjukkan ketidakdewasaan bangsa.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya hasil tahapan pemilu kepada yang berwenang yakni KPU.

"Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus bisa sabar menunggu hasil keputusan dari real count pihak KPU RI," ujarnya.

Imabuan serupa pun dikatakan oleh Tokoh Agama dari Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jaja Jakaria Ansor yang menyebut aksi 'people power' itu berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Dirinya menyatakan mendukung penuh kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait keputusan hasil Pemilu.

Lieus Sungkharisma dan Permadi Tak Penuhi Panggilan Polisi, Beralasan Begini

Ia juga mengajak masyarakat untuk sabar menunggu dan menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya nanti.

“Kami menolak segala bentuk people power dan lain sebagainya yang akan bisa memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa. Saya tidak mendukung kegiatan tersebut," kata Jaja.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved