Ketua MUI dan GP Ansor Ciamis Minta Umat Hindari Ajakan People Power 22 Mei

Ketua Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH Ahmad Hidayat mengimbau warga Ciamis untuk menolak dan menghindari ajakan people power.

Ketua MUI dan GP Ansor Ciamis Minta Umat Hindari Ajakan People Power 22 Mei
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ketua MUI Ciamis, KH Ahmad Hidayat dan Ketua GP Ansor Ciamis, Dendeu Rivai Hilmi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ketua Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH Ahmad Hidayat mengimbau warga Ciamis untuk menolak dan menghindari ajakan people power.

"Pengerahan massa untuk gerakan people power tersebut akan mengancam keamanan dan mengganggu kestabilan negara, serta membuat kondisi Negara tidak kondusif. Selain itu akan berdampak merusak kesucian bulan Ramadan,” kata Ketua MUI Ciamis, KH Ahmad Hidayat kepada Tribun Jabar dan wartawan lainnya Selasa (14/5/2019).

Ketua MUI Ciamis, KH Ahmad Hidayat
Ketua MUI Ciamis, KH Ahmad Hidayat (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Untuk diketahui, sekarang ini marak tersiar kabar akan ada gerakan people power tanggal 22/5 bersamaan dengan pengumuman resmi hasil Pilpres oleh KPU di Jakarta.

Selain menolak ajakan people power KH Ahmad Hidayat juga mengimbau lapisan masyakarat Ciamis untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengerahan massa yang berpotensi menimbulkan suasana tidak kondusif, baik secara politik maupun keamanan.

“MUI Ciamis mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan ketentraman dan menjaga keamanan negara,” katanya.

"Upaya mengendalikan diri, menahan hawa nafsu keduniaan merupakan bagian dari upaya menjaga kesucian bulan Ramadan," ucap KH Ahmad Hidayat menambahkan.

DMI Kabupaten Tasikmalaya : Ikut Aksi People Power ke Jakarta? Mending Fokus Ibadah Ramadan

Pendapat serupa juga diungkapkan Ketua GP Ansor Ciamis, Dendeu Rivai Hilmi.

“Berbagai eleman masyarakat di Ciamis diharapkan jangan termakan isu people power. Karena gerakan massa tersebut akan menguras energi dan mengganggu kondusivitas negara maupun daerah,” ujar Dendeu Rivai.

Ketua GP Ansor Ciamis, Dendeu Rivai Hilmi.
Ketua GP Ansor Ciamis, Dendeu Rivai Hilmi. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Apalagi gerakan people power tersebut dikait-kaitkan dengan hasil suara Pilpres dan Pileg yang akan diumumkan tanggal 22/5 nanti.

Dendeu mengkhawatirkan gerakan people power tersebut akan dimanfaatkan pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan.

“Bila ada kecurangan dalam pelaksanaan pemilu, tempuhlah konstitusional. Misalnya laporkan atau adukan ke MK,” katanya.

Menurut Deundeu, GP Ansor Ciamis menolak gerakan people power karena hal tersebut dikhawatirkan akan mengancam keamanan dan stabilitas negara dan mengancam kondusivitas daerah.

“Apalagi sekarang dalam bulan puasa yang perlu dijaga kesuciannya. Dan kondisi sekarang tidak ada hal yang mendesak adanya gerakan people power, Tentu beda dengan kondisi tahun 1998,” ingat Dendeu. (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved