Meski Permintaan Peuyeum Meningkat, Pengusaha Tape Singkong Keluhkan Hal Ini

Meski meraup untung lebih selama Bulan Ramadan karena permintaan yang meningkat tajam, pengusaha tape singkong masih mengeluhkan satu hal

Meski Permintaan Peuyeum Meningkat, Pengusaha Tape Singkong Keluhkan Hal Ini
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Sumiati (51), penjual peuyeum di Cibaduyut, Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Meski meraup untung lebih selama Bulan Ramadan karena permintaan yang meningkat tajam, pengusaha tape singkong masih mengeluhkan satu hal.

Kondisi bahan baku tape singkong, atau dalam bahasa daerahnya disebut peuyeum, yang kurang baik.

Hal tersebut disampaikan seorang pengusaha tape singkong, Ade Daryanto, saat ditemui Tribun Jabar di tempat usahanya di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (13/5/2019).

"Ya beberapa waktu terakhir ini, kondisi singkongnya sendiri kurang maksimal," ujar Ade Daryanto.

Ade Daryanto mengatakan, sebagian besar singkong yang didapatnya untuk bahan baku pembuatan tape kondisinya masih muda.

Meski masih muda, singkong tersebut masih bisa diolah menjadi tape singkong, hanya saja kualitasnya tidak sebaik tape singkong yang dibuat dari singkong matang.

Bahan baku tape singkong, Ade Daryanto mengaku, tak cukup bila hanya menggunakan singkong dari Kabupaten Sumedang.

"Jadi kami ambil dari luar Sumedang juga, ada dari Subang dan Sukabumi," ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved