Melawan Arus Jadi Tradisi di Jalan Raya Bandung-Garut, Ditegur Malah Balik Marah

Melawan arus jadi tradisi di Jalan Raya Bandung-Garut. Ditegur, malah balik marah.

Melawan Arus Jadi Tradisi di Jalan Raya Bandung-Garut, Ditegur Malah Balik Marah
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Seorang pengendara motor melawan arus di Jalan Bandung-Garut, Rancaekek, Kabupaten Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pengendara roda dua nekat melawan arus di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Menurut pantauan Tribun Jabar, Minggu (12/5/2019), para pengendara yang nekat melawan arus ini melaju dari arah Bandung menuju Garut, tapi melintasi jalur dari Garut menuju Bandung, sehingga menghambat pengendara lainnya.

Hal yang sama juga terjadi di jalur sebaliknya.

Sebagian besar pengendara yang nekat melawan arus ini, terlihat melakukan pelanggaran, yakni tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, motor berknalpot bising, hingga berkecepatan tinggi.

Akibat banyaknya pengendara yang nekat melawan arus, pengendara dari arah lain pun terpaksa berhenti di sekitar area putar balik, lantaran membiarkan pengendara lawan arus untuk melintas.

Paling banyak, pengendara yang nekat melawan arus ini terlihat mulai dari pertigaan Dangdeur, hingga kawasan industri di seputaran Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek.

Warga sekitar, Andika Purnama (39), mengatakan, pengendara yang nekat melawan arus di Jalan Raya Bandung-Garut bukanlah pemandangan baru, tapi menurutnya telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

"Mau malam atau siang, banyak yang melawan arus. Seperti tidak mengenal waktu," kata Andika di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (12/5/2019).

Andika mengatakan, saat jam pergantian kerja di kawasan industri, pengendara yang nekat melawan arus jumlahnya semakin bertambah, bahkan hingga memakan sebagian badan jalan.

Ia menambahkan, pada saat jam pergantian kerja  pengendara yang melawan arus tidak hanya mengendarai roda dua, ada juga kendaraan roda empat.

"Saya pernah menegur yang melawan arus, tapi saya malah dimarahi. Ya, sudah langsung pergi saja," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved