Pemkab Sumedang Sebut Sampah di Trotoar Jalan Jatinangor Adalah Kewenangan Desa

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumedang, menyebutkan gundukan sampah di trotoar Jatinangor tidak semuanya tanggung tanggung pemerintah Kabupaten

Pemkab Sumedang Sebut Sampah di Trotoar Jalan Jatinangor Adalah Kewenangan Desa
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sampah menumpuk di trotoar Jalan Raya Jatinangor 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, menyebutkan, gundukan sampah di trotoar Jatinangor tidak semuanya tanggung tanggung pemerintah kabupaten.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLHK Kabupaten Sumedang, Ayuh Hidayat, mengatakan beberapa pengelolaanya dilakukan oleh pihak Desa Hegarmanah sedangkan DLHK Kabupaten Sumedang hanya sebatas koordinasi dan UPTD Jatinangor.

Ia mengatakan, pihaknya hanya akan mengutamakan pengangkutan sampah di titik pelayanan karena telah melakukan kewajiban retribusi.

Pengangkutan sampah di titik lain akan dilakukan setelah titik pelayanan selesai diangkut.

"Kalau itu (sampah) sudah masuk titik pelayanan pasti kami angkut sesuai jadwal sedangkan yang tidak kami akan bantu tapi menyesuaikan armada," kata Ayuh melalui sambungan telepon, Kamis (9/5/2019).

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (9/5/2019), titik fasilitas publik yakni trotoar yang menjadi tempat penampungan sampah di antaranya di Depan Kantor Bank Sumedang cabang Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor, Desa Hegarmanah, dan trotoar di Desa Cibeusi.

Buang Sampah di Trotoar Jalan Raya Jatinangor, Warga Mengaku Terpaksa Karena Ini

Warga Keluhkan Soal Sampah yang Menumpuk di Trotoar Jatinangor, Seminggu Tidak Diangkut

Sampah yang menggunduk di trotoar jalan utama Jatinangor, diduga sengaja dibuang oleh masyarakat sekitar pada waktu malam hari, lantaran tidak adanya TPS sementara dikedua desa tersebut.

Bau busuk dari tumpukan sampah tersebut tercium hingga radius 10 meter dan dikerubuni oleh banyak lalat, akibatnya, para pejalan kaki yang tengah berjalan di sekitar trotoar terlihat menutup hidung mencegah bau busuk menusuk hidung.

Sampah yang dibuang ke trotoar menggunakan plastik besar, sebagian besar merupakan sampah domestik rumah tangga yakni sampah plastik, kertas, sayuran, popok bayi, hingga potongan kain, hingga kotoran hewan.

Warga Jatinangor, Euis Rosita (47), mengatakan, sampah tersebut sudah menumpuk lebih dari satu meter dan sangat menganggu kenyaman pejalan kaki, karena tumpukan sampah menutupi seluruh lebar trotoar.

"Dari sebelum puasa dibiarkan sampai sekarang, padahal trotoar itu kan sering dilewati pejalan kaki, paling banyak mahasiswa," kata Euis di Jalan Raya Jatinangor, Kamis (9/5/2019).

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved