Buang Sampah di Trotoar Jalan Raya Jatinangor, Warga Mengaku Terpaksa Karena Ini

"Rumah saya kan di gang, mana mungkin punya tempat sampah besar. Lagian saya buang kesitu karena lihat sering diangkut petugas,"

Buang Sampah di Trotoar Jalan Raya Jatinangor, Warga Mengaku Terpaksa Karena Ini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sampah menumpuk di trotoar Jalan Raya Jatinangor 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengaku, terpaksa membuang sampah ke trotoar Jalan Raya Jatinangor, lantaran tidak adanya tempat penampungan sampah (TPS).

Titin Herawati (43), warga Desa Hegarmanah, mengatakan bahwa ia rutin membuang sampah di lokasi tersebut sebanyak tiga kali dalam satu pekan, karena tidak memiliki tempat penampungan memadai di rumahnya.

"Rumah saya kan di gang, mana mungkin punya tempat sampah besar. Lagian saya buang kesitu karena lihat sering diangkut petugas," kata Titin di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (9/5/2019).

Warga Keluhkan Soal Sampah yang Menumpuk di Trotoar Jatinangor, Seminggu Tidak Diangkut

Tak hanya itu, kata Titin, sampah menumpuk di fasilitas publik itu pun bukan hanya sampah yang berasal dari warga sekitar, melainkan dari sejumlah pedagang dan mahasiswa indekos.

Ia mengatakan, bila ada larangan membuang sampah di lokasi trotoar, ia berjanji tidak akan kembali membuang sampah di lokasi tersebut, sehingga pejalan kaki kembali merasakan kenyamanan.

"Dengan catatan, harus ada tempat penampungan yang baik. Percuma dilarang kalau sama sekali tidak solusi," katanya.

Bentuknya Tidak Menarik untuk Dimakan, Siapa Sangka Buah Kawista Bermanfaat Sembuhkan Penyakit Ini

Sampah yang menggunduk di trotoar jalan utama Jatinangor, diduga sengaja dibuang oleh masyarakat sekitar pada waktu malam hari, lantaran tidak adanya TPS di kedua desa tersebut.

Bau busuk dari tumpukan sampah tersebut tercium hingga radius 10 meter dan dikerubuni oleh banyak lalat, akibatnya, para pejalan kaki yang tengah berjalan di sekitar trotoar terlihat menutup hidung mencegah bau busuk menusuk hidung.

Sampah yang dibuang ke trotoar menggunakan plastik besar.

Sebagian besar merupakan sampah domestik rumah tangga, berupa sampah plastik, kertas, sayuran, popok bayi, hingga potongan kain, hingga kotoran hewan.

Larangan Buang Sampah Sembarangan yang Bernada Ancaman Tak Ubah Prilaku Warga Sekitar Sungai Citarik

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved