Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Saksi Penyebaran Islam di Cikancung, Nagreg dan Cicalengka

Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar sejak delapan tahun lalu jadi cagar budaya.

Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Saksi Penyebaran Islam di Cikancung, Nagreg dan Cicalengka
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah peziarah berdoa di makam keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argaloka di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Di bulan Ramadan, banyak peziarah yang menginap di komplek makam tersebut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka di Kampung Cinangka, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, merupakan cagar budaya.

Cagar budaya tersebut tersebut telah diakui oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung.

Juru kunci makam, Ojang Syaeful Anwas, mengatakan, makam keramat tersebut sejak delapan tahun lalu dan dirinya tercatat sebagai kuncen untuk menjaga makam keramat ini oleh pemerintahan.

Ojang mengatakan, untuk pemeliharaan komplek makam, ia melibatkan warga sekitar untuk menjadi pengelola parkir, penjaga keamanan, dan petugas kebersihan makam keramat.

"Dikelola juga oleh masyarakat, supaya tempat ini ada dan diketahui oleh masyarakat," kata Ojang di lokasi makam, Selasa (7/5/2019).

Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar pun menjadi salah satu destinasi wisata di Kecamatan Cikancung, karena didatangi oleh banyak wisatawan.

Beberapa di antaranya datang dari kota di Jawa Barat, Kalimantan, hingga Sumatra.

Peziarah di Makam Sembah Dalem Pangudar, di Cikancung, Kabupaten Bandung.
Peziarah di Makam Sembah Dalem Pangudar, di Cikancung, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Nama Sembah Dalem Pangudar atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka, dikenal oleh masyarakat Kecamatan Cikancung dan Cicalengka, Kabupaten Bandung, sebagai tokoh penyebar ajaran agama Islam.

Pada abad ke-18, Raden Haji Pangeran Panji Argaloka yang berasal dari Cirebon daerah Kanoman, diutus untuk menyebarkan ajaran agama islam secara langsung di wilayah Cinangka yang sekarang terbagi ke dalam tiga wilayah, yaitu Cikancung, Nagreg, dan Cicalengka.

Sampai di Cicalengka, Raden Haji Pangeran Panji Argaloka, kemudian menikah dengan gadis asal Kampung Cihanyir, untuk mempermudah menyebarkan agama Islam kepada masyarakat pada saat itu.

Ketika Raden Haji Pangeran Panji Argaloka melakukan penyebaran agama islam, kehadiranya sangat diterima oleh masyarakat, karena mampu pula mengobati orang dalam keadaan sakit lahir maupun batin.

Di balik diterimanya ia oleh masyarakat, kehadiran ditolak keras oleh para penjajah dari Negeri Belanda, karena dianggap mengganggu kedudukan para penjajah kala itu.

Geram karena keberadaan Raden Panji Pangeran Argaloka, para penjajah itu kemudian menangkapnya dan memborgolnya, namun, tidak lama kemudian Raden Panji Pangeran Argaloka menghilang.

Ingin Fokus Ibadah di Bulan Ramadan, Peziarah Pilih Menginap di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar

Alasan Para Peziarah Datangi Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Paling Banyak karena Hal Ini

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved