Ingin Fokus Ibadah di Bulan Ramadan, Peziarah Pilih Menginap di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar

Ingin fokus ibadah, peziarah pilih menginap di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argiloka, di Kecamatan Cikancung, Bandung.

Ingin Fokus Ibadah di Bulan Ramadan, Peziarah Pilih Menginap di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah peziarah berdoa di makam keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argaloka di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Di bulan Ramadan, banyak peziarah yang menginap di komplek makam tersebut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana hening begitu terasa, saat mengunjungi Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argaloka di Kampung Cinangka, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2019).

Makam keramat yang berjarak 39 kilometer dari kantor pemerintahan Kabupaten Bandung ini, selama bulan puasa banyak dikunjungi oleh masyarakat dari Bandung dan sekitarnya. Mereka datang untuk berziarah.

Tak hanya berziarah, beberapa orang yang datang ke makam tersebut bahkan ada yang menginap sejak malam pertama bulan Ramadan dengan membawa sejumlah barang-barang rumah tangga, di antaranya kasur hingga alat penanak nasi.

Mulai dari selepas azan Subuh hingga menjelang waktu salat Zuhur, para musafir ini terlihat bersimpuh dan melantukan doa atau berzikir di depan pusara Pangeran Panji Argaloka, sembari memegang kalung tasbih.

Siti Rofiah (59), peziarah asal Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mengatakan, ia menginap di sekitar komplek makam keramat tersebut sejak Kamis (2/5/2019) bersama anaknya dan membawa sejumlah peralatan dari rumahnya.

"Sengaja datang ke sini, karena suasananya yang sejuk dan membuat semakin fokus untuk beribadah, karena bebas dari kebisingan," kata Siti Rofiah di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Selasa (7/5/2019).

Ia bercerita, menginap selama beberapa hari di makam keramat pada bulan Ramadan sudah dilakukannya sejak 1995. Ia pun rela meninggalkan aktivitasnya sehari-hari hanya untuk berziarah.

Rofiah menambahkan, menjadi seorang peziarah dan menginap di makam keramat ini merupakan salah satu bentuk upaya mencari keridaan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

"Hidup tidak selalu masalah duniawi, makanya setiap bulan puasa memilih tempat seperti ini, supaya tenang dan fokus menjalankan perintah Allah," katanya.

Halaman
123
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved