Alasan Para Peziarah Datangi Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Paling Banyak karena Hal Ini

Ini alasan para peziarah mendatangi Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka.

Alasan Para Peziarah Datangi Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Paling Banyak karena Hal Ini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Peziarah di Makam Sembah Dalem Pangudar, di Cikancung, Kabupaten Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka di Kampung Cinangka, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, hampir setiap hari dikunjungi banyak orang, tidak terkecuali bulan puasa.

Berbagai macam alasan para peziarah, di antaranya mulai dari sekadar ingin mengetahui, mencari ketenangan serta keheningan, datang dalam kondisi banyak masalah, dan berbagai alasan lainnya.

Juru kunci makam, Ojang Syaeful Anwas, mengatakan, paling banyak para peziarah datang karena dalam kondisi terlilit hutang, sehingga datang ke makam tersebut ingin mencari jalan keluar.

Ia menambahkan, makam keramat tersebut bukanlah tempat untuk mencari kekayaan atau pesugihan, melainkan hanya makam seorang tokoh penyebar agama Islam di sekitar Cikancung dan Cicalengka.

"Silahkan datang dan berdoa, tapi harus juga berusaha untuk mencari jalan keluar," kata Ojang Syaeful Anwas di lokasi makam, Selasa (7/5/2019).

Sejumlah peziarah berdoa di makam keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argaloka di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Di bulan Ramadan, banyak peziarah yang menginap di komplek makam tersebut.
Sejumlah peziarah berdoa di makam keramat Dalem Sembah Pangudar atau Pangeran Panji Argaloka di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Di bulan Ramadan, banyak peziarah yang menginap di komplek makam tersebut. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Siti Rofiah (59), peziarah asal Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mengatakan, ia menginap di sekitar komplek makam keramat tersebut sejak Kamis (2/5/2019) bersama anaknya dan membawa sejumlah peralatan dari rumahnya.

"Sengaja datang ke sini, karena suasananya yang sejuk dan membuat semakin fokus untuk beribadah, karena bebas dari kebisingan," kata Siti Rofiah di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar, Selasa (7/5/2019).

Ia bercerita, menginap selama beberapa hari di makam keramat pada bulan Ramadan sudah dilakukannya sejak 1995. Ia pun rela meninggalkan aktivitasnya sehari-hari hanya untuk berziarah.

Rofiah menambahkan, menjadi seorang peziarah dan menginap di makam keramat ini merupakan salah satu bentuk upaya mencari keridaan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

"Hidup tidak selalu masalah duniawi, makanya setiap bulan puasa memilih tempat seperti ini, supaya tenang dan fokus menjalankan perintah Allah," katanya.

Ia menambahkan akan berada di tempat tersebut hingga mendekati Hari Raya Idulfitri dan akan kembali menginap di lokasi makam keramat pada saat hari-hari besar Islam.

Beberapa makam keramat yang pernah ia datangi untuk menginap di antaranya, Pamijahan Tasikmalaya, Makam Sunan Gunung Djati, Makam Sunan Kalijaga, dan Makam Syekh Maulana Mansyur.

"Daripada tergoda dengan kondisi di luar sana, lebih baik di makam keramat," katanya.

Ingin Fokus Ibadah di Bulan Ramadan, Peziarah Pilih Menginap di Makam Keramat Dalem Sembah Pangudar

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved