Pilpres 2019

Komentar Menohok TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Keinginan Sandaga: Paslon 02 Grogi Lihat Jokowi Unggul

"Kalau mereka yakin bahwa paslon 02 yang pada akhirnya menang, kenapa mesti repot dengan meminta Situng diaudit segala?" kata Arsul.

Komentar Menohok TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Keinginan Sandaga: Paslon 02 Grogi Lihat Jokowi Unggul
Tribunnews.com
Jokowi dan Prabowo. Sandiaga Uno mengusulkan audit Situng KPU. Tim TKN membalas komentar menohok. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Usulan calaon wakil presiden Sandiaga Uni untuk audit Situng KPU mendapatkan komentar menohok dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani.

Asrul Sani mempertanyakan usulan calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno terkait audit sistem informasi penghitungan suara (situng).

Menurut Arsul, usul tersebut bertolak belakang dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengklaim menang.

"Kalau mereka yakin bahwa paslon 02 yang pada akhirnya menang, kenapa mesti repot dengan meminta Situng diaudit segala?" kata Arsul ketika dihubungi, Senin (6/5/2019).

Menurut Arsul, yang lebih penting untuk diperhatikan bukan Situng melainkan rekapitulasi manual berjenjang.

Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Maruf Amin di Kota Bandung, Raih 58,25 Persen Suara

Arsul mengatakan situng hanya akan memberikan efek psikologis kepada pasangan calon yang kalah selama proses penghitungan.

Namun tidak bisa benar-benar menjadi patokan atas kemenangan atau kekalahan paslon. Meskipun secara umum Situng KPU bisa menjadi gambaran.

Sandiaga Uno dan Prabowo
Sandiaga Uno dan Prabowo (Kompas.com)

Arsul pun menilai permintaan Sandiaga Uno ini karena suara paslon 02 itu selalu di bawah Jokowi-Ma'ruf dalam Situng KPU.

"Pada akhirnya siapapun yang terbukti lebih banyak perolehan suaranya itulah yang akan unggul baik via situng maupun dalam penghitungan manual. Dan paslon 02 dan jajarannya tampaknya grogi melihat realitas bahwa input Situng menunjukkan keunggulan Paslon 01," kata dia.

Sebelumnya, Sandiaga meminta Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diaudit.

Wiranto Sebut Tokoh di Luar Negeri Sering Menghasut, Habib Rizieq? Terakhir Dukung Copot Jokowi

Sebab, Sandiaga meminta agar Situng KPU diaudit. Sandiaga mendapat laporan banyak kesalahan input suara di situng yang bisa diakses publik di website resmi KPU itu.

"Aktivis-aktivis sudah menemukan begitu banyak permasalahan terkait data entry di situng. Oleh karena itu perlu sistem ini diaudit agar tuduhan bahwa ini berpola dan hanya menguntungkan paslon tertentu itu bisa dihindarkan," kata Sandiaga di Bandung, seperti dikutip dari Kompas TV, Senin (6/5/2019).

Sandiaga mengatakan, permintaannya untuk mengaudit Situng itu bukan karena suaranya kalah dari pasangan Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, audit ini penting untuk kualitas pemilu itu sendiri.

Tagar #2019GantiPresiden Haram Disebut Lagi, Mardani Ali Sera: Jika Jokowi Terpilih, Kita Dukung

"Karena ini bukan hanya soal kalah menang, yang melaporkan kecurangan ini dua kubu, baik di 01 atau 02. Untuk memastikan pemilu jujur adil dan kita menghadirkan pemilu yang berkualitas, sudah saatnya kita audit apa yang terjadi sampai berulang kali terjadi kesalahan data entry," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Timses Jokowi: Kalau Yakin Paslon 02 Menang, Kenapa Repot Minta Situng Diaudit?", https://nasional.kompas.com/read/2019/05/06/18030441/timses-jokowi-kalau-yakin-paslon-02-menang-kenapa-repot-minta-situng-diaudit.
Penulis : Jessi Carina
Editor : Krisiandi

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved