RUPS Perdana Garudafood Laporkan Tentang Kinerja Perseroan Tahun Buku 2018

Adapun 5 agenda RUPST tersebut, salah satunya membahas tentang pembagian dividen sebesar Rp 17 per lembar saham yang akan dibagikan pada Mei 2018.

RUPS Perdana Garudafood Laporkan Tentang Kinerja Perseroan Tahun Buku 2018
Istimewa
Perusahaan makanan dan minuman yang didirikan pada 1990 yang memulau kegiatan usahanya sejak 1979, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (“Garudafood”) dengan kode saham “GOOD” telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (30/4/2019), yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan diakhiri dengan Paparan Publik Tahunan perdananya setelah IPO Oktober 2018. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -- Perusahaan makanan dan minuman yang didirikan pada 1990 yang memulau kegiatan usahanya sejak 1979, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (“Garudafood”) dengan kode saham “GOOD” telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  pada Selasa (30/4/2019), yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan diakhiri dengan Paparan Publik Tahunan perdananya setelah IPO Oktober 2018.

Adapun 5 agenda RUPST tersebut, salah satunya membahas tentang pembagian dividen sebesar Rp 17 per lembar saham yang akan dibagikan pada Mei 2018.

Selain itu, sesuai dengan siaran persnya yang diterima Tribun Jabar, Jumat (3/5/2019), Perseroan juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,6% atau sebesar Rp 568 miliar.

Kontribusi penjualan di 2018 didominasi dari segmen makanan yaitu sebesar 85,12% dan secara geografis bersumber dari pasar domestik sebesar 93,95%.

“Tahun 2018, kami dapat tumbuh sekitar 7,6%, selain itu Laba bersih sebelum efek penyesuaian laba merging entity juga tumbuh 19,01% atau sebesar Rp 68 miliar menjadi Rp425.48 miliar. Dari laba tersebut, yang dapat diatribusikan ke pemilik induk sebesar Rp 404.93 miliar dan ini meningkat dari tahun sebelumnya. Untuk laba per lembar saham, ikut bertumbuh sebesar 10,03% menjadi Rp 56,79 per lembar sahamnya," ujar Paulus Tedjosutikno, Direktur Garudafood di Hotel Arosa-Jakarta (30/4).

Hotel Santika Cirebon Hadirkan Paket Buka Puasa Spesial Selama Ramadan

Selain itu, total Aset Perseroan tahun 2018 bertumbuh 18,19% atau sebesar Rp648 miliar. Total Liabilitas mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar -25,25% atau turun sebesar -582 miliar. Total Ekuitas bertumbuh 97,7% atau sebesar Rp1.230 miliar. 

Untuk rasio keuangan Perseroan di tahun 2018 untuk Current Ratio sebesar 1,18 kali; Debt to Equity Ratio adalah sebesar 0,21 kali; Debt Service Coverage Ratio Perseroan adalah 8,84 kali dan Debt to Ebitda Ratio adalah 0,61 kali.

Perusahaan makanan dan minuman yang didirikan pada 1990 yang memulau kegiatan usahanya sejak 1979, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (“Garudafood”) dengan kode saham “GOOD” telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  pada Selasa (30/4/2019), yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan diakhiri dengan Paparan Publik Tahunan perdananya setelah IPO Oktober 2018.
Perusahaan makanan dan minuman yang didirikan pada 1990 yang memulau kegiatan usahanya sejak 1979, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (“Garudafood”) dengan kode saham “GOOD” telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (30/4/2019), yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan diakhiri dengan Paparan Publik Tahunan perdananya setelah IPO Oktober 2018. (Istimewa)

Adapun seputar terkait penggunaan dana penawaran umum perdana setelah dikurangi dengan biaya emisi, maka total pendapatan penawaran umum saham perdana adalah sebesar Rp37.33 miliar yang seluruhnya digunakan untuk penambahan modal kerja dan pengembangan Perseroan.

Saat ini, Garudafood mengoperasikan 4 (empat) fasilitas produksi yang tersebar di pulau Jawa yaitu 1 (satu) lokasi di Rancaekek, Jawa Barat; 2 (dua) lokasi di Pati, Jawa Tengah; dan 1 (satu) lokasi di Gresik, Jawa Timur. 

Hari Pertama Jadi Kapolda Jabar, Ini yang Dilakukan Irjen Rudy Sufahriadi

Rata-rata utilisasi mencapai 70% dari total kapasitas untuk mendukung produksi produk-produk yang dihasilkan Perseroan. Seluruh fasilitas produksi Perseroan telah dilengkapi dengan sertifikat Halal, ISO 22000: Food Safety Management System dan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk seluruh produk Biskuit.

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved