Petugas TPS Terpaksa Diikat Tangannya karena Sering Ngamuk, Bicara Tak Nyambung & Ngobrol Soal TPS

Petugas TPS di Cianjur dirawat di rumah sakit, sering ngamuk dan mengobrol seputar TPS.

Petugas TPS Terpaksa Diikat Tangannya karena Sering Ngamuk, Bicara Tak Nyambung & Ngobrol Soal TPS
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Suhendra (35) petugas TPS yang terbaring sakit dan sering mengamuk di malam hari. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Suhendra (35) mantan petugas TPS di Kampung Cibinong, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, jatuh sakit dan sering mengamuk di malam hari saat dirawat di ruang Kemuning RSUD Sayang Cianjur.

Kedua tangannya terpaksa diikat karena ia menarik apa saja barang yang ada di bangsal tempat ia berbaring.

Selain mengamuk, obrolan seputar TPS selalu ia keluarkan saat ada kerabat dekat yang menunggunya di rumah sakit.

Belakangan diketahui ia sudah dirawat selama seminggu. Sebelum dirawat di RSUD Sayang Cianjur ia sempat dirawat di RSUD Pagelaran.

Mertua Suhendra, Eji (57), mengatakan, menantunya tersebut jatuh sakit setelah tiga hari bertugas di TPS.

"Ia langsung sakit setelah bertugas di TPS, awalnya kelelahan tapi belakangan ia sering memegang perut dan bagian kepala," ujar Eji ditemui di ruang Kemuning, Jumat (3/5/2019).

Eji mengatakan, hingga saat ini menantunya tersebut terkadang ngomongnya masih tak nyambung.

"Sering ngomongin seputar TPS, padahal kami ajak ngomong yang lain, baru hari ini kami buka ikatan tangannya, sejak masuk malam hari selalu mengamuk," kata Eji.

Eji mengatakan, menantunya tersebut masuk pada Sabtu pekan lalu.

Sejak masuk tersebut setiap malam Suhendra sering mengamuk.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved