Meski Membahayakan, Warga Nekat Lewati Jembatan Bambu Rancakemit, Ini Alasannya

Meski kondisinya mengkhwatirkan, warga nekat lewati jembatan bambu di Rancakemit, ini alasannya.

Meski Membahayakan, Warga Nekat Lewati Jembatan Bambu Rancakemit, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Jembatan bambu penghubung antara Kecamatan Solokanjeruk dengan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Sumedang, kondisinya mengkhawatirkan dan dianggap berbahaya oleh warga sekitar. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jembatan bambu penghubung antara Kecamatan Solokan Jeruk dengan Kecamatan Rancaekek kondisinya mengkhawatirkan.

Meski demikian, warga masih menggunakan jembatan bambu tersebut untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan.

Jembatan yang memiliki panjang 50 meter ini hanya memiliki dua batang bambu berdiameter 20 sentimeter yang digunakan sebagai pijakan serta bambu berdiameter 10 sentimeter digunakan sebagai pegangan.

Warga sekitar, Hendi (56), mengatakan, waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari Kecamatan Rancaekek menuju Solokanjeruk, hanya memakan waktu lima menit, tapi hanya bisa dilintasi oleh pejalan kaki.

"Setiap hari banyak warga yang lewat jalan ini, termasuk saya. Lebih cepat," kata Hendi kepada Tribun Jabar di sekitar Sungai Citarik, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (2/5/2019).

Selain jembatan bambu ini, dua jembatan lainnya bisa digunakan oleh warga, yakni Jembatan Bojongemas dan Jembatan Sapan, kedua jembatan itu bisa dilintasi oleh kendaraan bermotor.

Hendi mengatakan, bila menggunakan jembatan tersebut, waktu tempuh untuk pejalan kaki bisa lebih dari 20 menit, karena terlebih dahulu harus memutar sejauh satu kilometer.

"Meskipun berbahaya tidak apa-apa, yang penting dekat," katanya.

Hanya mampu dilintasi oleh satu pejalan kaki saja, membuat warga dari dua desa yang hendak menyeberang terpaksa bergiliran, hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjatuh ke aliran Sungai Citarik.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved