Meski Sakit dan Diinfus, Anggota Panwaslu Tetap Awasi Jalannya Pemilu 2019

Banyak Panitia Pengawas Pemilu 2019 (Panwaslu) yang sakit saat mengawasi jalannya Pemilu 2019, bahkan ada yang bekerja sambil diinfus.

Meski Sakit dan Diinfus, Anggota Panwaslu Tetap Awasi Jalannya Pemilu 2019
(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)
Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin usai Rapat Penetapan DPS dan DPSLN Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (23/6/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Banyak Panitia Pengawas Pemilu 2019 (Panwaslu) yang sakit saat mengawasi jalannya Pemilu 2019, bahkan ada yang bekerja sambil diinfus.

Hal itu disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Mochammad Afifuddin dalam diskusi Silent Killer Pemilu Serentak 2019 di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2019).

Dalam berbagai macam Panwaslu tetap menjalankan tugas, baik saat penghitungan maupun rekapitulasi suara.

"Ada jajaran kami yang diinfus melakukan pengawasan, ada yang baru mengalami kecelakaan masih penuh perban kemudian melakukan pengawasan," kata Afif.

12 Pengawas Pemilu di Sumedang Menjalani Perawatan Intensif, Sakit Saat Kawal Proses Pemilu 2019

Hingga Jumat (26/4/2019), tercatat 480 Panwaslu sakit ketika dan setelah menjalankan tugas. Sementara itu, 55 orang dilaporkan meninggal dunia.

Mereka yang sakit maupun meninggal dunia sebagian besar disebabkan karena kelelahan.

Ada pula yang mengalami kecelakaan. Bahkan, Afif menyebut, ada Panwaslu yang keguguran kandungan hingga mengalami kekerasan saat melakukan tugas pengawasan.

"Misalnya kemarin di Maluku, ada pengawas kita yang meninggal dan berlumuran darah, itu intinya diduga karena penganiayaan," ujar Afif.

Afif menyebut, kejadian ini merupakan suatu hal yang memprihatinkan dari praktik demokrask elektoral.

Oleh karena itu, ke depannya perlu dipikirkan untuk menyelenggarakan pemilu dengan sistem yang lebih efisien dan tidak melelahkan.

Demokrasi, kata Afif, seharusnya bisa menjadi proses yang menggembirakan, bukan justru menimbulkan banyak korban.

"Tapi menurut saya yang paling baik untuk sekarang adalah, pertama mengapresiasi mendoakan para pahlawan demokrasi yang sudah meninggal. Kedua melanjutkan proses pemilu yang sekarang sedang masa rekap di tingkat kecamatan, selanjutnya di kabupaten, sampai provinsi," ujarnya. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Seorang Ibu Rumah Tangga yang Juga Pengawas TPS di Ciamis Meninggal, Sakit Setelah Proses Pemilu

Kronologis Meninggalnya AKP Anumerta Dani Kardana, Mengeluh Sakit & Menyetir Sendiri ke Rumah Sakit

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved