Tak Bisa Melintas, Warga Keluhkan Keberadaan PKL di Trotoar Alun-alun Cicalengka

Trotoar di seputar Alun-alun Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, kondisinya tidak nyaman untuk dilantasi para pejalan kaki

Tak Bisa Melintas, Warga Keluhkan Keberadaan PKL di Trotoar Alun-alun Cicalengka
tribunjabar/hakim baihaqi
Para PKL di trotoar Alun-alun Cicalengka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Trotoar di seputar Alun-alun Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, kondisinya tidak nyaman untuk dilantasi para pejalan kaki, lantaran menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima (PKL).

Dari pantauan Tribun Jabar, Jumat (26/4/2019), sejumlah PKL yang menggelar dagangan di atas trotoar Alun-alun, menggunakan terpal plastik sebagai alas dan atap, mereka mulai beraktivitas sejak pagi hari.

PKL yang memenuhi trotoar jalan tersebut, menjual beberapa kebutuhan rumah tangga, mulai dari sembako, sayur mayur, daging, pakaian, makanan ringan, hingga peralatan rumah tangga.

Pejalan kaki yang tengah beraktivitas di sekitar Alun-alun Cicalengka, kesulitan untuk berjalan kaki di atas trotoar, sehingga memilih untuk melintasi jalan dan berdampingan dengan kendaraan bermotor.

Selain di sekitar Alun-alun Cicalengka (Jalan Dipati Ukur), ratusan PKL ini pun memenuhi trotoar dan bahu jalan lainnya, yakni di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Kebon Kapas.

Penjual Kopi Keliling Ini Gagal Lolos jadi Anggota Dewan, Kembali ke Kehidupan Nyata

Seorang pejalan kaki, Sumiati (53), mengatakan, kalau ia tidak pernah merasakan kenyamanan saat berjalan di sekitar Alun-alun Cicalengka, karena harus mengalah dengan PKL di atas trotoar.

"Padahal sudah ada pasar baru di Kebon Kapas, tetapi PKL masih saja ada trotoar, justru semakin banyak setiap harinya," kata Sumiati di Kecamatan Cicalengka, Jumat (26/4/2019).

Akibat adanya PKL yang berjualan di fasilitas publik tersebut, parkir kendaraan roda dua di bahu jalan atau di depan kawasan pertokoan pun, semakin menyulitkan para pejalan untuk berjalan.

Pernikahan Penghayat Kepercayaan Akhirnya Dicatat Negara, Intip Yuk Prosesi Pernikahan Mereka

Warga lainnya, Kasiman (50), mengatakan, seharusnya pemerintah melakukan penataan di sekitar Alun-alun Cicalengka, sehingga para pejalan kaki dapat kembali mempergunakan fasilitas tersebut.

"Setahu saya, trotoar itu kan diperuntukan untuk pejalan kaki, bukan pedagang. Ini mah sebaliknya," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved