Oknum Berkeliaran ke Desa di Cianjur, Mengaku Dapat Rekomendasi dari Kejari Jual Buku Rp 25 Juta

Oknum berkeliaran ke desa di Cianjur. Mengaku dapat rekomendasi Kejari Cianjur jual buku Rp 25 juta untuk perpusataan desa.

Oknum Berkeliaran ke Desa di Cianjur, Mengaku Dapat Rekomendasi dari Kejari Jual Buku Rp 25 Juta
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kejari Cianjur Yudhi Syufriadi SH MH. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Baru-baru ini Kejaksaan Negeri Cianjur dikejutkan dengan adanya laporan dari desa-desa bahwa ada sebuah perusahaan penyedia buku untuk perpustakaan yang mengaku telah direkomendasikan oleh Kejaksaan Negeri Cianjur.

Nilainya cukup fantastis, satu desa ditawari paket buku untuk perpustakaan senilai Rp 25 juta.

Kabar tersebut juga telah diketahui oleh Kajari Cianjur Yudhi Syufriadi SH MH. Pihaknya membantah keras telah merekomendasikan sebuah perusahaan untuk penyediaan buku di perpustakaan desa.

"Jadi beberapa desa telah didatangi oleh oknum perusahaan yang mengaku direkomendasikan oleh kejaksaan untuk menyiapkan buku, saya tegaskan itu tak benar," ujar Yudhi Syufriadi di kantor Kejaksaan Negeri Cianjur, Senin (22/4/2019).

Menurutnya Kejaksaan Negeri Cianjur tak pernah merekomendasikan hal seperti itu kepada perusahaan atau lainnya.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya langsung berkirim surat kepada seluruh desa agar waspada dan melapor jika ada oknum yang mengatasnamakan kejaksaan.

"Saya sudah berkirim surat kepada para kepala desa kebanyakan di wilayah selatan," kata Yudhi Syufriadi.

Menurut Yudhi oknum perusahaan tersebut menyampaikan bujuk rayu agar pihak desa membeli buku via mereka.

"Oknum tersebut meminta kepala desa untuk membeli buku via mereka, harganya paket untuk perpustakaan satu desa Rp 25 juta," kata Yudhi Syufriadi.

Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Cianjur, Beni Irawan, juga meminta kewaspadaan jajarannya jika ada hal semacam itu.

Pihaknya menyarankan agar selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang seperti kejaksaan jika ada hal yang berkaitan dengan lembaga yudikatif tersebut.

"Ya, itu bohong, kami juga selalu koordinasi dengan Kejaksaan jika ada hal yang menyangkut dengan Kejaksaan, kami minta semua jajaran desa tak mudah terpengaruh," kata Beni.

Tiga Petugas TPS di Cianjur Meninggal, Sebelum Meninggal Hadiat Sempat Pingsan Saat Hitung Suara

Cek Kondisi Kesehatan Petugas, Tim Medis Urkes Polres Sumedang Diterjunkan ke PPK

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved