Benarkah Kemoterapi Jadi Pengobatan Terbaik untuk Pasien Kanker? Begini Penjelasan Ahlinya

Kemoterapi dianggap menjadi salah satu metode yang paling diandalkan untuk pengobatan bagi pasien kanker.

Benarkah Kemoterapi Jadi Pengobatan Terbaik untuk Pasien Kanker? Begini Penjelasan Ahlinya
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Dr Ni Wayan Santhi saat memberikan penyuluhan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Kemoterapi dianggap menjadi salah satu metode yang paling diandalkan untuk pengobatan bagi pasien kanker.

Namun banyak orang enggan melakukan pengobatan dengan proses kemoterapi karena efek samping yang didapatkan.

Di acara penyuluhan kanker payudara yang diadakan oleh Mandiri Inhealth, Dr Ni Wayan Santhi mengatakan minimnya edukasi tentang kemoterapi membuat masyarakat justru takut dan tidak memilih proses ini.

"Sel kanker itu bisa bergerak dan menyebar mengikuti pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Untuk memastikan mereka mati adalah dengan proses kemoterapi," ujar Dokter Santhi di PT Len Industri Jalan Soekarno Hatta No 442, Kota Bandung, Senin (22/4/2019).

Dokter Santi menjelaskan kemoterapi tidak bisa memilih sel mana yang akan diserang tetapi ia akan menyerang sel yang membelah dengan cepat

Seringkali Ia menemukan kasus ketika pasien sudah setuju untuk kemoterapi tetapi keluarga tidak.

Saat Siswa Lain Pakai Komputer, 119 SMP di Kabupaten Bandung Masih Ujian Pakai Pensil dan Kertas

"Kita enggak merasakan apa yang pasien rasakan, seharusnya kita lebih support, " ujarnya.

Kebanyakan setelah proses kemoterapi pasien akan mengalami kerontokan rambut. Hal ini bisa dilihat dalam 2-3 minggu setelahnya.

Kerontokan ini bisa terjadi struktur dalam kulit untuk menumbuhkan rambut memiliki laju pertumbuhan tercepat dalam tubuh.

"Justru ketika melakukan kemoterapi tetapi rambut tidak rontok harus dipertanyakan, " ujarnya.

22 April, Hari Bumi Sedunia, Berikut 10 Hal Sederhana yang Bisa Kita Lakukan

Setelah kemoterapi, pasien juga diwajibkan untuk dipaksa makan. Walaupun Dokter Shanti mengatakan napsu makan akan turun drastis.

Jika pasien dibiarkan tidak memiliki tenaga maka Ia tidak akan bisa mengikuti proses kemoterapi tahap selanjutnya.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved