13 Ribu Siswa SMP di Purwakarta Ujian Nasional, Baru 89 Sekolah Gelar UNBK Mandiri

Setidaknya ada 13.083 siswa SMP di Purwakarta yang mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dimulai pada Senin (22/4/2019) dengan mata pelajaran Bahasa Indo

13 Ribu Siswa SMP di Purwakarta Ujian Nasional, Baru 89 Sekolah Gelar UNBK Mandiri
tribunjabar/ferri amiril mukminin
ilustrasi UNBK 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Setidaknya ada 13.083 siswa SMP di Purwakarta yang mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dimulai pada Senin (22/4/2019) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Namun, menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, belum semua siswa SMP negeri maupun swasta bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dari 110 SMP di Purwakarta, baru 89 sekolah yang telah bisa menggelar UNBK bagi siswanya. Sisanya sebanyak 21 sekolah masih Ujian Nasional Berbasis Kerta dan Pensil (UNKP).

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Kusnandar, saat dikonfirmasi di kantornya, Nagrikaler, Purwakarta.

"Siswa SMP yang UNBK ada sebanyak 11.989 dari 89 SMP, dan 1.094 siswa masih UNKP. Jadi yang mengikuti UNBK maupun UNBK ditahun 2019 berjumlah 13.083 peserta," kata Kusnandar saat dikonfirmasi pada Senin (22/4/2019).

Tahun Depan, Pemkab Indramayu Targetkan Seluruh SMP Laksanakan UNBK Mandiri

Keterbatasan fasilitas komputer menjadi kendala penyelenggaraan UNBK di beberapa sekolah di Purwakarta.

Kusnandar mengaku pihaknya pun tidak bisa memaksakan sekolah bersangkutan menggelar UNBK.

Meski demikian pihaknya menyebut pelaksanaan ujian ini telah dilakukan semaksimal mungkin.

"Secara keseluruhan pelaksanaan  UNBK maupun UNKP sudah maksimal, dan mudah-mudahan beejalan lancar hingga hari terakhir," ucapnya.

Sekolah yang menggelar UNBK pun tidak sepenuhnya memiliki komputer di setiap sekolahnya.

Kusnandar menjelaskan UNBK di Purwakarta dibagi empat model, yaitu model mandiri atau UNBK yang digelar di sekolah masing-masing tanpa perlu keluar sekolah.

UNBK model menumpang adalah UNBK yang digelar oleh sekolah namun menggunakan komputer di sekolah lain, atau yang biasanya digelar di SMA dan sederajat.

Lalu UNBK yang menggelar secara model gabung dan menumpang adalah sekolah yang siap menggelar UNBK namun kekurangan komputer, dan sisanya menggunakan komputer sekolah lain.

Sekolah yang menggelar UNBK dengan model gabung berarti jumlah peserta UNBK di sekolah yang bersangkutan kurang dari 20 orang. 

Bupati Indramayu Sebut Baru 60 Persen dari 203 SMP yang Bisa Gelar UNBK

34.862 Siswa SMP di Kota Bandung Ikuti UNBK, 100 Persen Pakai Komputer tapi Masih Ada 2 dan 3 Shift

Penulis: Haryanto
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved