Pasir di Paru-paru, Penyebab Dian Asriyani Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Tak Tertolong

Hal tersebut dikatakan oleh Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis saat dikonfirmasi mengenai kematian Dian Asrian.

Pasir di Paru-paru, Penyebab Dian Asriyani Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Tak Tertolong
istimewa
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menjenguk bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri, di RSUD Bayu Asih, Purwakarta, Kamis (28/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Meninggalnya bayi berusia tujuh bulan korban dikubur hidup-hidup oleh ibunya disebabkan karena hipoksia atau kekurangannya oksigen ke otak.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis saat dikonfirmasi mengenai kematian Dian Asrian.

Dia mengatakan Dian menghembuskan napas terakhirnya, Sabtu (20/4/2019) pagi.

"Betul, bayi Dian telah meninggal dunia pada pukul 08.45 WIB di RSUD Bayu Asih," kata Agung Darwis saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Tribun Jabar.

Diketahui, Dian dirawat di Ruang PICU NICU RSUD Bayu Asih sejak Kamis (28/3/2019).

Bayi mungil itu kritis karena mengalami aspirasi benda asing di paru-parunya dan setelah dirawat di IGD.

Dian dilarikan ke RSUD Purwakarta karena dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri, W (35) yang diduga mengalami depresi.

Agung menambahkan, bayi cantik berusia tujuh bulan itu meninggal dunia karena hipoksia, dampak adanya pasir di paru-paru mungilnya.

"Hipoksia pasca-dikubur. Otaknya kekurangan oksigen yang sifatnya permanen," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved