Warga dan Pedagang Keluhkan Tumpukan Sampah di Samping Pasar Darurat Weru Cirebon

Warga dan pedagang mengeluhkan tumpukan sampah di samping Pasar Darurat Weru. Terganggu bau tak sedap.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Tumpukan sampah di Pasar Darurat Weru, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tumpukan sampah kembali terlihat di lapangan kosong samping Pasar Darurat Weru, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Sampah tersebut berada di dua titik dekat pasar, hanya terpisah oleh parkiran motor yang tak begitu luas.

Para pengendara hingga pengunjung pasar akan melintasi jalan ini dan merasakan bau tak sedap.

"Sudah ada setahun mah. Kalau satu titik dari arah jalan besar, itu sampah dari pasar. Biasanya diangkut setiap hari. Kami juga membayar iuran sampah per hari," ujar Darija (42), pedagang di Pasar Darurat Weru, saat ditemui di lokasi, Jumat (19/4/2019).

Menurutnya, sampah di titik lainnya berasal dari sampah yang sengaja dibuang oleh warga ke lahan tersebut. Sampah itu biasanya dibawa warga saat melintasi jalan dekat pasar, lalu membuangnya.

"Kami termasuk pihak keamanan juga selalu mengingatkan warga yang membuang sampah di sini, agar tidak membuang di sini karena bukan tempatnya. Namun ada yang marah, jadi mau bagaimana lagi," ucapnya.

Dia menambahkan, sampah-sampah itu mulanya hanya sedikit. Namun lambat laun karena kurangnya kesadaran masyarakat volume sampah menjadi banyak.

"Dulu, sih, katanya dari dinas sempat mau dipagar, tapi belum juga. Padahal jelas ini bukan tempat sampah," kata dia.

Dia berharap agar dinas terkait segera membersihkan sampah tersebut dan membuat sanksi yang dulu pernah direncanakan.

Sampah yang terus menumpuk itu juga dikeluhkan oleh Adi (28), seorang pengendara motor, yang mengaku merasa terganggu akibat bau yang tak sedap.

"Bukan hanya bau, sih. Saya, kan, sering lewat sini. Nah kalau hujan, ada sampah yang ke jalan dan membuat licin. Belum lagi kondisi jalan yang tidak terlalu lebar membuat pengendara terganggu," kata Adi kepada Tribun.

Pantauan Tribun Jabar, sampah yang berada persis di samping pasar, sangat tercium aroma tak sedapnya. Bahkan, jika melintasi jalan ini, harus menutup hidung.

"Saya suka merasa bau, sih, kalau lagi belanja. Makanya saya, sih, enggak mau lewat ke jalan yang dekat sampah. Apalagi kalau bawa anak, kasian baunya," kata Iin (44), pengunjung Pasar Darurat Weru.

Seperti diketahui, sampah yang menumpuk di lokasi itu sempat dikeluhkan warga, pedagang, maupun pengendara yang melintas dan telah mendapatkan respons dari dinas terkait.

Sampah-sampah itu diangkut sekitar bulan Oktober 2018. Pemerintah berencana akan membuat sanksi bagi siapa pun yang membuang sampah di lahan tersebut.

Asyik Long Weekend, Yang Mau Liburan ke Cirebon Ini Prakiraan Cuacanya

Cegah Perdagangan Manusia, Puluhan Siswa di Kabupaten Cirebon Ikuti Seminar Trafficking

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved