Pemilu 2019
Relawan Jokowi di Bandung Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Resmi KPU, Sudahi Kegaduhan Usai Pencobosan
Relawan Jokowi-Maruf Muda (Rejom) Indonesia meminta seluruh relawan untuk tidak terpengaruh dengan dinamika penghitungan suara pascapemungutan suara
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 yang tergabung di Relawan Jokowi-Maruf Muda (Rejom) Indonesia meminta seluruh relawan yang untuk tidak terpengaruh dengan dinamika penghitungan suara pascapemungutan suara pilpres pada Rabu (17/4/2019).
"Sesuai intruksi pak Jokowi, apa yang terjadi dengan dinamika hasil penghitungan suara, kita tunggu hasil resmi KPU dan jangan terpengaruh dengan segala perkembangan yang ada," ujar Ketua Rejom Indonesia via ponselnya, Kamis (18/4).
Seperti diketahui, hasil hitung cepat 10 lembaga survey pascapemungutan suara kemarin menyebutkan Jokowi-Ma'ruf menang dengan suara kisaran 55 persen lebih dan pasangan nomor 02, Prabowo-Sandiaga 45 persen lebih.
Hasil hitung cepat itu diimbangi dengan manuver Prabowo yang sudah mengakui kemenangannya dengan mendasarkan pada real count timnya dengan raihan 60 persen suara.
Dua fakta itu membuat kegaduhan. Di sisi lain, Jokowi belum mengakui kemenangan dan memilih menunggu hasil resmi dari KPU. Dwi berpendapat, pascapemungutan suara, seluruh pihak harus kembali dalam persatuan dan kesatuan.
"Perbedaan pilihan dan pandangan politik adalah sebuah dinamika pendewasaan demokrasi, masing-masing akan diuji ketika yang menang mampu berbuat bijak dan yang kalah mampu berlapang dada," ujar Dwi.
Di sisi lain, pihaknya menyayangkan kegaduhan kembali muncul pascapemungutan suara. Padahal, kata ia, publik sudah jenuh dengan segala kegaduhan yang terjadi sebelum hari pencoblosan.
"Sangat disayangkan beberapa elit yang dalam statementnya malah membakar dan memprovokasi masyarakat dengan kalimat "people power" sebagai rujukan pemenuhan rasa keadilan, sungguh kalimat yang kekanak-kanakan dan cerminan sebuah tindakan yang tidak mengakomodir nalar dan intelektual dalam berdemokrasi," ujar dia.
Dirinya berharap semua pihak mampu melihat semua persoalan dalam takaran proposional dan penuh rasa tanggung jawab.
"Jadi, kita tunggu hasil resmi KPU. Kami juga meminta jangan ada euforia berlebihan yang memicu konflik," ujar Dwi Yulianto. (men)
• Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syaban Tahun Ini
• BREAKING NEWS, Jupe Nomor 16, Artur Gevorkyan 71, Resmi Diperkenalkan Persib di Sulanjana