Bawaslu Cianjur Rekomendasikan Hitung Ulang untuk Pileg Kabupaten di Enam Kecamatan

Bawaslu merekomendasikan hitung ulang untuk pileg kabupaten di enam kecamatan di Cianjur.

Bawaslu Cianjur Rekomendasikan Hitung Ulang untuk Pileg Kabupaten di Enam Kecamatan
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman setelah melakukan pencoblosan. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur merilis ada empat isu krusial di Cianjur terkait pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Koordinator Divisi Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Cianjur, Hadi Dzikrinur, mengatakan, dari proses yang telah berjalan mulai dari distribusi logistik sampai dengan pemungutan dan penghitungan suara, ada empat isu krusial yang mencuat.

"Hal yang pertama buruknya tata kelola logistik sehingga berdampak kepada beberapa hal seperti ketidakteraturan distribusi logistik," ujar Hadi di kantor Bawaslu Cianjur, Rabu (17/4/2019).

Hal kedua yang menjadi sorotan Bawaslu adalah ketidaktepatan waktu untuk mendistribusikan logistik, sehingga di beberapa tempat banyak logistik yang sampai ke TPS siang hari.

Hal ketiga masih dijumpai surat suara kurang di TPS.

Hal terakhir yang menjadi fokus perhatian Bawaslu adalah adanya surat suara daerah pemilihan yang tertukar untuk pemilu legislatif DPRD kabupaten.

"Hal ini yang membuat kami merekomendasikan pemungutan suara ulang. Tertukarnya dapil surat suara untuk pileg kabupaten tersebar di enam kecamatan," ucapnya.

Enam kecamatan tersebut adalah Mande, Karangtengah, Haurwangi, Gekbrong, Cugenang, dan Tanggeung.

Sampel di lapangan Informasi di Desa Cikahuripan, di TPS 06 dari DPT 278 surat suara hanya ada 274, di TPS 11 dari DPT 241 surat suara hanya ada 236, di TPS 13 dari DPT 168 surat suara hanya ada 158.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman meminta agar manajemen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur harus dibenahi. Pasalnya, pendistribusian logistik dinilainya sangat semrawut.

Hal tersebut ia katakan setelah melakukan pencoblosan di TPS 20 di Kampung Sukawarna Satu, RT 1/9, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Rabu.

"Saya minta KPU membenahi sistem manajemennya. Dengan begitu diharapkan tidak lagi semrawut dalam pendistribusian logistik," katanya.

Herman mengatakan, hal tersebut terjadi karena telatnya pengiriman logistik dari pusat ke daerah. Selain itu, di tahun politik saat ini memang sedikit ribet, berbeda dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang hanya menggunakan satu kertas suara.

2 TPS di Cianjur Berikan Doorprize untuk Pemilih, Tapi Bawaslu Minta Dihentikan, Ini Alasannya

Waspada, Hujan Disertai Petir Diprediksi Landa Bandung Siang Nanti

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved