Pemilu 2019

Nyoblos Saat Pemilu 2019, Sejumlah Pekerja Masih Harus Bekerja dan Tak Ada Libur

Sejumlah pekerja di kawasan industri yang berada di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, tetap bekerja pada hari pencoblosan Pemilu 2019, Rabu

Nyoblos Saat Pemilu 2019, Sejumlah Pekerja Masih Harus Bekerja dan Tak Ada Libur
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah pekerja tidak libur saat Pemilu 2019 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pekerja di kawasan industri yang berada di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, tetap bekerja pada hari pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Dari pantauan Tribun Jabar, sejumlah pekerja yang sebagian besar adalah kaum perempuan ini, merupakan sejumlah pekerja di industri tekstil dan mulai berdatangan untuk bekerja sejak pukul 13.00 WIB.

Seorang pekerja, Yanti (33), mengatakan bahwa ia bekerja pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sebelumnya ia juga telah mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) dekat tempat tinggalnya di Majalaya.

"Tadi pagi nyoblos dahulu, karena memang minggu ini masuk siang," kata Yanti di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/2019).

Begini Tanggapan Ketua KPU Soal Logistik Pemilu 2019 yang Belum Sampai di Beberapa Daerah

Perusahaan Tak Liburkan Pekerja Saat Pemilu 2019, Anggota DPR RI: Bisa Dipidana!

Yanti mengatakan, kalau ia belum mengetahui kalau 17 April 2019 sebagai pencoblosan, ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai hari libur nasional dan ia tetap bekerja pada hari tersebut.

Tak hanya itu, kata Yanti, ia pun tidak mendapatkan informasi dari pihak perusahaan untuk meliburkan diri pada hari pencoblosan dan tidak mendapat uang pengganti hari libur (lembur).

"Saya kira tidak libur, suruh nyoblos dahulu terus kerja," katanya.

Pekerja lainnya, Siti Nuraeni (37), mengatakan bahwa ia diberitahu oleh pihak manajemen perusahaan kalau yang bekerja pada hari pencoblosan, akan mendapatkan upah lembur.

"Katanya begitu, tetapi belum menerima," katanya.

Terkait libur para pekerja, dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 1 tahun 2019, disebutkan bahwa pada 17 April 2019 menjadi hari libur pula bagi para pekerja.

Beberapa poin dalam surat tersebut dituliskan, pengusaha harus memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan hak pilihnya.

Namun, apabila pada hari tersebut pekerja atau buruh harus bekerja, maka pengusaha wajib mengatur waktu kerja, sehingga para pekerja tetap memberikan hak suaranya.

Kemudian, bila melaksanakan kerja pada hari pemilihan, pekerja berhak mendapatkan upah kerja lembur, sesuai dengan yang telah diterima para pekerja pada saat waktu libur.

Begini Tanggapan Ketua KPU Soal Logistik Pemilu 2019 yang Belum Sampai di Beberapa Daerah

Prabowo-Sandiaga Unggul di TPS 007 Wyata Guna dengan Raihan 92 Suara

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved