Pemilu 2019

Buntut Insiden Surat Suara Tercoblos di Malaysia, KPU Berhentikan Sementara Panitia Pemilu Malaysia

Buntut dari insiden Pemilu 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) memberhentikan sementara anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri

Buntut Insiden Surat Suara Tercoblos di Malaysia, KPU Berhentikan Sementara Panitia Pemilu Malaysia
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Buntut dari insiden Pemilu 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) memberhentikan sementara anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal kasus temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu.

"Proses pemberhentian sementara terhadap anggota PPLN Kuala Lumpur atas nama Djadjuk Natsir," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Wahyu mengatakan, langkah ini diambil berdasarkan hasil klarifikasi KPU terkait profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

Selanjutnya, KPU akan melaporkan yang bersangkutan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

KPU juga akan melaporkan satu anggota PPLN lainnya ke DKPP, yang diduga atas kedudukannya berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Terhadap Anggota PPLN atas nama Krishna KU Hannan yang diduga karena kedudukannya berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, KPU menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu dengan melaporkan yang bersangkutan ke DKPP," ujar Wahyu.

Relawan dari Tim Bravo 5, Ruhut Sitompul Tanggapi Begini Soal Hasil Hitung Cepat Pilpres 2019

Paslon 01 Unggul Tipis di TPS Maruf Amin Nyoblos, tapi Beda Cukup Jauh di TPS Sandiaga Uno Nyoblos

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengganti dua orang Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur atas nama Krishna KU Hannan dan Djadjuk Nashir.

"PPLN Kuala Lumpur terbukti tak melaksanakan tugas secara objektif dan transparan," kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Diketahui, Krishna KU Hannan merupakan anggota PPLN yang juga menjabat sebagai Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia. Rekomendasi penggantian yang bersangkutan adalah untuk menghindari adanya konflik kepentingan.

Krishna adalah Wadubes yang tengah menjabat, mendampingi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Sementara, putra dari Rusdi Kirana saat ini menjadi calon legislatif (caleg) Dapil DKI Jakarta 2, yang meliputi wilayah luar negeri.

Sedangkan Djadjuk Nashir merupakan penanggung jawab pemungutan suara di Kuala Lumpur dengan metode pos.

Sementara, surat suara yang ditemukan tercoblos itu diduga merupakan surat suara yang dialokasikan untuk metode pemungutan suara melalui pos. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Insiden Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Bawaslu Minta KPU Coret 2 Panitia Pemilu

Surat Suara Tercoblos di Malaysia Tidak akan Dihitung KPU

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved