2 TPS di Cianjur Berikan Doorprize untuk Pemilih, Tapi Bawaslu Minta Dihentikan, Ini Alasannya

TPS di Cianjur ini berikan doorprize untuk pemilih, tapi Bawaslu minta dihentikan.

2 TPS di Cianjur Berikan Doorprize untuk Pemilih, Tapi Bawaslu Minta Dihentikan, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Hadiah Doorprize di meja belakang dekat TPS 15 dan TPS 16 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Jalannya pemungutan suara di TPS 15 dan TPS 16 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur diwarnai dengan pembagian doorprize setelah mencoblos, Rabu (17/4/2019).

Warga yang telah mencoblos diarahkan untuk mengambil kupon di sebuah dus dan dibacakan hadiahnya.

Ada yang belum beruntung, ada juga yang dapat perkakas alat rumah tangga seperti katel, payung, gayung, dan lainnya.

Adanya pembagian doorprize setelah pencoblosan menjadi perhatian pihak Muspida dan Bawaslu.

Kapolres Cianjur, Dandim 0608 Cianjur, dan Ketua Bawaslu langsung mendatangi lokasi yang dikabarkan warga terjadi pembagian hadiah setelah mencoblos.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur Usep Agus Zawari meminta panwascam untuk berkoordinasi dengan penyedia hadiah agar segera menghentikan kegiatan pembagian doorprize agar tak menjadi polemik dan persepsi warga yang lainnya.

"Sudah kami minta untuk dihentikan," ujar Usep di lokasi TPS 15 dan TPS 16.

Belakangan diketahui bahwa adanya doorprize di dua TPS tersebut atas inisiatif Yayasan Ashabulyamin bersama dengan tokoh dan donatur setempat.

Dandin Jamaludin SH MH, Sekretaris Yayasan Ashabulyamin, mengatakan, pembagian doorprize diadakan untuk merangsang partisipasi warga agar datang ke TPS karena melihat pada pemilu sebelumnya animo warga sangat kurang.

"Jadi itu mengalir inisiatif pihak yayasan dan tokoh warga di Pabuaran karena melihat warga sudah apatis terhadap pemilihan tak semangat datang ke TPS," kata Dadin.

Ia mengatakan, kebetulan panitia PPS minta izin kepada Yayasan Ashabulyamin untuk meminjam tempat sebagai TPS.

"Saya melihat di luar juga banyak yang menyediakan doorprize, yayasan meminta ke lembaga lain untuk menyediakan kopi, ada sisa uang maka dibelikan doorprize, kami tak ada niatan apapun lurus saja karena alasan warga supaya tertarik berkumpul sambil ngopi," kata Dadin.

Ia mengatakan, cukup kaget kedatangan jajaran Muspida dan Bawaslu Cianjur.

Ia pun menerima saran Bawaslu untuk menghentikan kegiatan pembagian doorprize agar tak mengundang persepsi warga yang lain.

"Kalau instruksi Bawaslu seperti itu maka kami tarik sesuai arahan, kami hanya menyediakan doorprize 100 hadiah dari total sekitar 550 pemilih di dua TPS," katanya.

Warga Green Sukamanah Residence Rancaekek Harus Berjalan Kaki Menerobos Banjir untuk Sampai ke TPS

BREAKING NEWS, Petugas TPS di Purwakarta Heran, Surat Suara Pilpres Tidak Ada Dalam Kotak Suara

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved