Pemilu 2019

Jaga Kondusivitas Pemilu 2019, KOKAM Jabar Turunkan 10 Ribu Anggota Siap Kawal Proses Pencoblosan

Sebanyak 10 ribu anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Barat, menegaskan akan ikut membantu menjaga kondusivitas

Jaga Kondusivitas Pemilu 2019, KOKAM Jabar Turunkan 10 Ribu Anggota Siap Kawal Proses Pencoblosan
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana bersama jajarannya di acara konferensi pers di Paviliun Sunda, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 10 ribu anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Barat, menegaskan akan ikut membantu menjaga kondusivitas proses pencoblosan Pmeilu 2019 pada 17 April 2019, besok di masing-masing wilayah dan tersebar di kota/kabupaten di Jabar.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana mengatakan, bahwa upaya tersebut merupakan inisiatif pihaknya atas kegelisahaan dan kekhawatiran yang dirasakan dalam pelaksanaan pemilu 2019.

Terlebih dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jabar, yang mencapai angka 33 juta orang.

"Ini merupakan murni inisiatif dari kawan-kawan pemuda Muhammadiyah, dalam menjaga kondusivitas di lingkungannya masing-masing," ujarnya dalam acara konferensi pers di Paviliun Sunda, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, dalam suasana masa tenang pemilu 2019 seperti sekarang ini, Ia meminta seluruh kelompok tim pendukung dan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat untuk tidak mewarnai gelaran pesta demokrasi dengan hal-hal yang dapat mengganggu atau memperngaruhi opini publik, baik sebelum maupun sesudah proses pencoblosan.

VIDEO TPS UNIK Dibangun Warga Nyengseret, Ini Alasannya

TPS Unik Bertemakan Semarak Konferensi Asia Afrika Dibangun Warga Nyengseret, Ini Alasannya

Terkait hasil pemilu, Ia pun meminta kepada semua pihak untuk bersikap dewasa dan tidak melakukan aksi provokasi kepada salah satu kubu tim pemenangan dari masing-masing calon, hanya karena berdasarkan hasil exit pooling juga proses hitung cepat (quick count).

Dengan demikian, pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini dapat berjalan kondusif dan lancar.

Apabila menemukan tindak kecurangan atau mendapat bentuk intimidasi baik verbal maupun fisik, lanjutnya agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang, dan bukan justru membuat kegaduhan atau keributan di jalanan.

"Kalau ada yang merasa dicurangi atau diintimidasi, maka kami minta laporkan kepada kepolisian atau pihak berwenang. Hal ini dalam rangka mewujudkan pemilu yang aman dan nyaman," ucapnya.

979 Kotak Suara Pilpres Belum Didistribusikan, Begini Alasan KPU Kota Cirebon

Puluhan Pengepak Kotak Suara Mengeluh Honor Seminggu Belum Dibayar KPU Cianjur, Janji Hari Ini

Oleh karena itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI, dan pihak penyelenggara pemilu, dalam menjaga situasi kondusfitas gelaran pesta demokrasi lima tahunan ini, baik di dunia nyata maupun dunia maya melalui media sosial.

Sehingga tidak ada berita bohong atau isu negatif yang dapat mengganggu kelancaran proses pemilu 2019.

"Dalam momentum ini, pihak penyelenggaran pemilu harus bersikap profesional baik KPU dan Bawaslu. Terlebih di Jawa Barat ada beberapa wilayah yang rawan seperti Garut, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan beberapa titik lainnya. Maka kita berharap proses pemilu bisa berjalan lancar diseluruh wilayah Jawa Barat," katanya (cipta permana).

Ketika Orang Gangguan Jiwa Diperbolehkan Mencoblos, Ini Penjelasan Dirut RSJ Dr Soeharto Heerdjan

Apa dan di Mana Kegiatan Jokowi Usai Nyoblos di TPS Gambir? Begini Jawabannya

Ada di Mana Prabowo Seusai Mencoblos, Besok? Berikut Informasinya

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved